SEJUMLAH riwayat menceritakan kepribadian dan budi pekerti Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang sangat menakjubkan. Salah satunya terdapat dalam Kitab Asy-Syamail Imam At-Tirmidzi, yakni mengenai pakaian baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.
Mengutip dari Sindonews, Kamis (18/6/2020), dalam riwayat yang bersumber dari Ummu Salamah RA disebutkan, "Pakaian yang paling disenangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam adalah Gamis." Ummu Salamah adalah Ummul Mu'minin Hindun binti Mughirah al Makhzumiyah.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam keluar (dari rumahnya) dengan bertelekan kepada Usamah bin Zaid. Beliau memakai pakaian Qithri yang diselempangkan di atas bahunya, kemudian Beliau sholat bersama mereka." Qithri adalah sejenis kain yang terbuat dari katun yang kasar. Kain ini berasal dari Bahrain tepatnya dari Qathar.
Dari riwayat Anas bin Malik juga mengemukakan, "Pakaian yang paling disenangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ialah kain Hibarah." Kain Hibarah ialah kain keluaran Yaman yang terbuat dari katun.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Hendaklah kalian berpakaian putih untuk dipakai sewaktu hidup. Dan jadikanlah ia kain kafan kalian sewaktu kalian mati. Sebab kain putih itu sebaik- baik pakaian bagi kalian." (Diriwayatkan oleh Qutaibah bin Sa’id, dari Basyar bin al Mufadhal, dari Utsman Ibnu Khaitsam, dari Sa’id bin Jubeir, yang bersumber dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu)
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, "Pakailah pakaian putih, karena ia lebih suci dan lebih bagus. Juga kafankanlah ia pada orang yang meninggal di antara kalian." (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Habib bin Abi Tsabit, dari Maimun bin Abi Syabib yang bersumber dari Samur bin Jundub Radhiyallahu anhu)
Sorban Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
Dari Abi Zubair yang bersumber dari Jabir Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memasuki Kota Makkah pada waktu pembebasan Kota Makkah, beliau memakai sorban hitam.
Dalam riwayat lain disebut, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkhotbah di hadapan umat, Beliau memakai sorban hitam."
Khuf Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
Sesungguhnya Raja An-Najasyi menghadiahkan sepasang khuf hitam pekat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, lalu Beliau memakainya dan kemudian ia berwudu dengan (hanya) menyapu keduanya (yakni tidak membasuh kaki)." (Riwayat yang bersumber dari Buraidah Radhiyallahu anhu). An-Najasyi adalah gelar raja-raja di Abesina (Habsyi), sekarang dikenal Ethiopia.
Khuf ialah sejenis kaus kaki tapi terbuat dari kulit binatang. Khuf dibuat amat tipis dan tingginya menutupi mata kaki. Khuf biasanya hanya digunakan pada musim dingin untuk mencegah agar kulit kaki tidak pecah-pecah.
Biasanya orang memakai khuf ketika musafir di musim dingin dan masih memakai sepatu luar lagi. Sepatu ini namanya "jurmuq". Para Ulama Indonesia sering menggunakan istilah Mujah untuk terjemahan khuf. Tapi kadang-kadang diterjemahkan juga dengan "sepatu khuf".
Sandal Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam
Seperti apakah bentuk sandal Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam? Anas Radhiyallahu anhu menjawab: "Kedua belahnya mempunyai tali qibal." (Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Abu Daud at Thayalisi, dari Hamman yang bersumber dari Qatadah). Tali qibal adalah tali sandal yang bersatu pada bagian mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Beliau Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah di antara kalian berjalan dengan sandal sebelah. Hendaklah memakai keduanya".
Sesungguhnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam melarang seorang laki-laki makan dengan tangan kiri dan berjalan dengan sandal sebelah.
Riwayat lain, "Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Bila salah seorang di antara kalian hendak memakai sandal, hendaklah ia memulainya dari yang sebelah kanan. Dan bila ia melepasnya, maka hendaklah dimulai dari yang sebelah kiri. Hendaklah posisi kanan dijadikan yang pertama kali dipasangi sandal dan yang terakhir kali dilepas." (Riwayat yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).
Wallahu A'lam.
(Hantoro)