Heboh Incest di Sragen, Begini Hukum Perkawinan Sedarah Menurut Islam

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 330 2232749 heboh-incest-di-sragen-begini-hukum-perkawinan-sedarah-menurut-islam-M6n4R0RidK.jpg ilustrasi (stutterstock)

PERKAWINAN sedarah atau incest terjadi di Sragen, Jawa Tengah. Suami-istri berstatus paman dan keponakan itu sudah enam tahun menikah dan memiliki dua anak. Namun, pernikahan keduanya dibatalkan oleh Pengadilan Agama Sragen, beberapa waktu lalu.

Bagaimana perkawinan sedarah dalam pandangan Islam?

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Yunahar Ilyas menegaskan, pernikahan sedarah dalam Islam hukumnya haram.

"Pernikahan sedarah haram, jadi harus dibatalkan," kata Yunahar beberapa bulan lalu.

Baca juga: Usulan Ganjil-Genap Sholat Jumat, Kemenag Minta Kembali ke Fatwa MUI

Karena tidak ada payung hukum khusus, maka pelaku pernikahan sedarah tidak ada hukumannya di Indonesia.

"Mungkin ke depannya bisa dipikirkan lagi bahwa perkawinan terlarang secara agama, ya ada sanksinya," ujar Yunahar.

Ketika pernikahan tidak sah, tentu pasangan tidak punya hak-hak menikah yang telah ditentukan di dalam Islam. Walau diberikan surat nikah, pernikahan sedarah sama dengan berzina.

"Secara agama Islam itu jelas sangat tidak diperbolehkan, haram. Dari segi kedokteran pun ahli mengatakan berbahaya kalau terjadi pernikahan sedarah," pungkas Yunahar.

Sementara Ketua Komisi Fatwa MUI Sulawesi Selatan Prof. Rusydi Khalid, mengatakan Islam yang berdasarkan Alquran dan hadis secara tegas mengharamkan perkawinan sedarah.

Dia menerangkan bahwa dalam ajaran Islam, ada 14 golongan yang dilarang untuk dinikahi.

Di antaranya, larangan pernikahan karena berlainan agama, larangan pernikahan karena hubungan darah yang terlampau dekat, larangan pernikahan karena hubungan susuan, larangan pernikahan karena hubungan semenda dan larangan pernikahan poliandri.

"Haramnya perkawinan seperti itu disebutkan dalam Alquran," kata Rusydi Khalid.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia menjelaskan dalam surat An Nisa ayat 23 yang artinya diharamkan atas kamu mengawini ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara perempuanmu, tante/saudari ayah, bibi/saudari ibu, putri saudara, putri dari saudari/ saudara perempuan, ibu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu isteri/ mertua perempuan, anak perempuan isterimu yang dalam pemeliharaamu dari isteri yang telah kamu campuri.

"Tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu dan sudah kamu ceraikan, maka tidak berdosa kamu mengawini anak perempuan (dari mantan isterimu yang tidak pernah kamu gauli," lanjutnya.

Haram juga mengawini isteri anak kandung lelakimu dan mengumpul dalam perkawinan dua perempuan yang bersaudara kandung. "Kecuali yang terjadi di masa lalu. Sesungguhnya Allah Maha pengampun maha penyayang," kata Khalid.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya