Kisah Taubat Seorang Pemuda dan Berkah Doa Pengemis

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 20 Juni 2020 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 614 2233355 kisah-taubat-seorang-pemuda-dan-berkah-doa-pengemis-dudNemJsOg.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SUATU hari, seorang ulama sufi asal Baghdad, Irak, Dalf bin Jahdar Asy-Syibli, atau yang karib dipanggil Abu Bakar Asy-Syibli sedang berkeliling ke sebuah desa. Sahabat karib Junaid al-Baghdadi ini kemudian melihat seorang pemuda berperawakan kurus, baju kumal dengan rambut terurai.

Pemuda itu sedang duduk di antara kubur dan meletakkan pipinya di tanah. Air matanya terus mengalir membasahi wajahnya, mulutnya tak berhenti berzikir mengucap tasbih, tahmid, tahlil dan istighfar. Sesekali ia menengadahkan wajahnya ke langit.

Dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, Abu Bakar Asy-Syibli penasaran dengan pemuda itu sehingga ia berusaha menghampirinya. Namun, melihat kedatangan Syibli, sang pemuda lari menghindar. Syibli pun berupaya mengejarnya, akan tetapi terus tertinggal. Hingga akhirnya ia berujar: “Perlahan-lahan, wahai waliyullah!!”

Baca juga: 4 Alasan Kucing Jadi Hewan Kesayangan Nabi Muhammad

Sang pemuda hanya berkata: “Allah”

Syibli kembali memanggil: “Demi Allah, sabarlah engkau menantiku!!”

Sang pemuda hanya mengisyaratkan penolakan dengan tangannya, seraya kembali menyeru: “Allah”

Nyaris putus asa untuk menghentikan pemuda itu, Syibli lantas berkata: “Jika benar apa yang engkau katakan, maka tunjukkan kepadaku kesungguhanmu kepada Allah,” serunya.

Mendengar ucapan Syibli tersebut, sang pemuda berteriak keras, “Allah”

Tanpa diduga ia kemudian jatuh tersungkur. Saat Syibli tiba di hadapannya, Ia memeriksa kondisi tubuh pemuda tersebut. Ketika diperiksa, pemuda malang itu ternyata sudah meninggal dunia.

Syibli pun dilanda kebingungan hebat dan terheran-heran. Ia tak habis pikir begitu besar tekadnya kepada Allah, sehingga untuk membuktikan sebagaimana permintaannya, Allah pun harus mengambil nyawanya. Ada sedikit perasaan bersalah, namun ia juga kagum dengan pemuda itu seraya berkata:

يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَنْ يَّشَاءُ وَلَا حَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلَّابِا اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Syibli lalu pergi sebentar untuk mencari kain kafan dan segala keperluan untuk memakamkan jasad pemuda itu. Sekembalinya ke tempat itu, Syibli tidak menemukan jenazah pemuda tadi. Dia lantas bingung dan bertanya-tanya, siapa orang yang mendahuluinya mengurus jenazah sang pemuda, padahal ia hanya sebentar meninggalkan tempat itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seketika ia mendengar hatif (suara tak berwujud): “Ya Syibli, telah ada yang menyelesaikan urusannya. Jenazahnya telah dirawat malaikat. Hendaklah engkau banyak beribadah kepada Allah dan bersedekah. Pemuda itu tidak sampai kepada kedudukannya seperti itu, kecuali karena suatu sedekahnya di suatu hari…”

“Beritahukanlah kepadaku, apakah sedekahnya itu?” jawab Syibli.

“Ya Syibli, pemuda itu sebelumnya seorang yang fasik, suka berzina, durhaka dan gemar bermaksiat kepada Allah. Suatu malam Ia bermimpi kemaluannya menjadi ular dan mengeluarkan api dari mulutnya. Ia disembur dengan api itu sehingga tubuhnya menjadi hitam seperti arang. Setelah terbangun, Ia gelisah dan ketakutan, kemudian menyingkir dari orang-orang sekitarnya untuk bertobat dan khusyu’ beribadah,"

"Ia tetap dalam keadaannya itu selama 12 tahun, hingga kemarin ia kedatangan seorang peminta-minta yang meminta makanan. Karena tidak memiliki apa-apa lagi, ia melepas baju yang dipakainya, dan memberikannya kepada sang peminta-minta. Karena begitu gembiranya, si peminta-minta mendoakan sang pemuda agar dosa-dosanya diampuni oleh Allah, dan Allah mengabulkannya. Karena itulah pemuda itu memperoleh kemuliaan (karomah) seperti yang engkau lihat," demikian bunyi suara tersebut. Subhanallah!

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya