4 Alasan Kucing Jadi Hewan Kesayangan Nabi Muhammad

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 330 2233130 4-alasan-kucing-jadi-hewan-kesayangan-nabi-muhammad-wYe9eTuV5A.JPG Kucing oren bernama Bob yang menyelamatkan pecandu narkoba (Foto: Twitter)

WAKIL Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin menuturkan, Rasulullah SAW mempunyai kucing diberi nama Mueeza. Salah satu kebiasaan Mueeza yang sangat disukai oleh Nabi adalah selalu mengeong setiap kali mendengar lantunan suara adzan.

“Seakan Mueeza memahami panggilan sholat,” katanya saat berbincang dengan Okezone, Jumat (19/6/2020).

Ustadz Ainul mengatakan, kucing merupakan hewan yang memiliki banyak keistimewaan sehingga Rasulullah pun sangat menyayanginya. Selain itu terdapat beberapa alasan menagapa hewan ini begitu disayang Nabi:

Pertama, kucing termasuk hewan yang mampu beradaptasi dengan pemiliknya, termasuk mempunyai kecerdasan dan naluri yang luar biasa.

Baca juga: Bob Si Kucing Oren Mati, Begini Pandangan Rasulullah terhadap Kucing

Kedua, menyayangi ciptaan Allah seperti kucing berpahala. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

في كلّ ذات كبد حرّاء أجر

Artinya: ”Pada setiap yang mempunyai hati yang bisa kehausan terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya),” (H.R Al-Bukhari no. 2363).

Ketiga, kucing adalah hewan rumahan yang bersih.

عَنْ كَبْشَةَ بِنْتِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ وَكَانَتْ عِنْدَ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ أَبَا قَتَادَةَ دَخَلَ عَلَيْهَا قَالَتْ فَسَكَبْتُ لَهُ وَضُوءًا قَالَتْ فَجَاءَتْ هِرَّةٌ تَشْرَبُ فَأَصْغَى لَهَا الْإِنَاءَ حَتَّى شَرِبَتْ قَالَتْ كَبْشَةُ فَرَآنِي أَنْظُرُ إِلَيْهِ فَقَالَ أَتَعْجَبِينَ يَا بِنْتَ أَخِي فَقُلْتُ نَعَمْ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّمَا هِيَ مِنْ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ أَوْ الطَّوَّافَاتِ

Artinya: "Dari Kabsyah binti Ka’ab bin Malik istri Ibnu Abu Qatadah, bahwa Abu Qatadah masuk menemuinya. (Kabsyah) berkata, “Aku menuangkan air untuknya, tiba-tiba seekor kucing masuk dan meminumnya, Abu Qatadah kemudian memiringkan bejana tersebut hingga kucing tersebut dapat minum.” Kabsyah berkata, “Abu Qatadah tahu bahwa aku sedang memperhatikannya, maka ia pun berkata, “Apakah Engkau heran, wahai putri saudaraku?” Aku menjawab, “Ya.” Ia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Kucing tidak najis. Ia merupakan hewan yang biasa berkeliaran di sekelilingmu.'” (HR. At-Tirmidzi no. 92).

“Keempat,kucing hewan yang bersih, air liurnya tidak najis,” terangnya.

Rasulullah bersabda: “Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air lirnya adalah suci. Air lirnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR. Malik).

Imam Nawawi juga mencantumkan riwayat:

ﻭَﺭَﻭَﻯ ﺃَﺑُﻮ ﺩَاﻭُﺩ ﻭَاﺑْﻦُ ﻣَﺎﺟَﻪْ ﻫَﺬَا اﻟْﺤَﺪِﻳﺚُ ﺃَﻳْﻀًﺎ ﻣِﻦْ ﺭِﻭَاﻳَﺔِ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻭَﻓِﻴﻪِ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓٌ ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺘَﻮَﺿَّﺄُ ﺑِﻔَﻀْﻠِﻬَﺎ

Artinya: "Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayatkan melalui jalur Aisyah dengan tambahan, “Aku melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berwudhu dengan sisa air yang diminum oleh kucing,” (Al-Majmu’ 1/171).

"Perlu diingat kita juga tetap harus mengidahkan kebersihan dan kesehatannya (kucing),” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini