Bob Si Kucing Oren Mati, Begini Pandangan Rasulullah terhadap Kucing

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 18:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 330 2233120 bob-si-kucing-oren-mati-begini-pandangan-rasulullah-terhadap-kucing-ZInp6Pcly7.JPG Kucing oren bernama Bob yang menyelamatkan pecandu narkoba (Foto: Facebook)

BEBERAPA hari waktu lalu, dunia maya dihebohkan dengan kematian kucing oren bernama Bob. James Bowen merupakan sosok yang merawat Bob, ia bertemu kali pertamanya dengan kucing tersebut pada 2006, saat dirinya sedang berjuang melawan kecanduan narkoba.

Kehadiran Bob mengubah hidup James menjadi lebih baik, dan berhenti menjadi pecandu. Mereka hidup berteman dan sempat meliris beberapa karya, misalnya ceritanya diangkat ke layar lebar pada 2016, berjudul 'A Street Cat Named Bob'.

Bob adalah segalanya dan karena kucing itulah dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, termasuk bebas dari narkoba. "Bob menyelamatkan hidupku. Sesederhana itu. Dia memberi saya lebih dari sekadar persahabatan. Dengan dia di sisiku, aku menemukan arah dan tujuan yang telah hilang," kata James seperti dikutip BBC.

Baca juga: Allah SWT Begitu Dekat, Kenapa Kita Sering Tak Menyadari?

Selain James, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam juga sosok penyanyang kucing dan hewan lainnya, bahkan Nabi pun memelihara seekor kucing bernama Mueeza.

"Kucing kesayangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam adalah Mueeza," ujar Ketua Lembaga Peradaban Luhur (LPL), Ustadz Rakhmad Zailani Kiki saat dihubungi Okezone, Jumat (19/6/2020).

Selain itu, air liur, bulu bahkan air bekas minum kucing tidaklah najis. Sebab kucing juga jadi salah satu hewan bersih yang berkeliaran di sekitar manusia.

Hadits dari Abu Qatadah, bahwasanya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

Artinya: "Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita." (HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shahih).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini