Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Poin Maklumat Ponpes Tebuireng Tentang Perkembangan Penanganan Covid-19

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 22 Juni 2020 |11:36 WIB
7 Poin Maklumat Ponpes Tebuireng Tentang Perkembangan Penanganan Covid-19
ilustrasi (stutterstock)
A
A
A

PONDOK Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur menanggapi keputusan pemerintah terkait dengan penanganan penyebaran wabah virus corona (Covid-19) di tengah-tengah masyarakat. Namun di sisi lain terjadi kesenjangan persepsi yang membuat sebagian orang merasa ambigu dengan aturan pemerintah tersebut.

"Mencermati berbagai dinamika lapangan terkait penanganan coronavirus disease(Covid-19) di tengah-tengah masyarakat, serta mempertimbangkan semakin lebarnya kesenjangan persepsi antara sebagian masyarakat dan petugas kesehatan, Pesantren Tebuireng Jombang merasa perlu untuk menyampaikan beberapa pandangan," ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Senin (22/6/2020)

Baca juga:  Sejarah Masjid Istiqlal, Simbol Alquran dan Kemerdekaan Indonesia

Terdapat beberapa pandangan Ponpes Tebuireng terkait dengan penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah, yaitu antara lain:

1. Mengapresiasi ikhtiar pemerintah dan pemerintah daerah dalam upaya

percepatan penanganan Covid-19, khususnya terkait dengan peningkatan jumlah pemeriksaan secara masif dan pelacakan kasus (tracing) di masyarakat.

2. Meminta pemerintah mengimbangi ikhtiar positif tersebut dengan memperbaiki strategi komunikasi publik dan memperkuat pendekatan kultural serta memperhatikan aspek budaya masyarakat dan kearifan lokal di masing-masing daerah.

3. Berkenaan dengan semakin banyaknya kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat, meminta semua pihak untuk menjaga kejernihan pikiran, mengedepankan aspek tabayun dan menahan diri dengan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya.

4. Berkaitan dengan proses pemulasaraan jenazah dan pemakaman pasien terduga dan/atau terkonfirmasi positif Covid-19, Pesantren Tebuireng Jombang, salah satunya; meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan pihak rumah sakit melibatkan tokoh-tokoh agama untuk memastikan proses pemulasaraan jenazah sesuai dengan agama yang dianut pasien dan menghindarkan keraguan-raguan keluarga serta masyarakat.

5. Meminta para tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya mengedukasi dan menenangkan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi ini.

 

6. Mengharapkan kepada pihak-pihak yang terkait dengan penanganan Covid-19 untuk mengedepankan sikap jujur, amanah dan pertanggungjawaban moral yang setinggi-tingginya.

7. Memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petugas medis yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 dan mendoakan semoga almarhum/almarhumah memperoleh status sebagai syahid akhirah di sisi Allah Subhahanu wa Ta’ala serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

"Ini sebagai ikhtiar Pesantren Tebuireng untuk mewujudkan kemasalahatan bersama dan dalam upaya menjaga kondusivitas kondisi di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement