Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Cara Allah Mengabulkan Doa

Tiga Cara Allah Mengabulkan Doa
ilustrasi (stutterstock)
A
A
A

ALLAH SWT sudah menjanjikan bahwa mengabulkan setiap doa yang dimohon oleh hambanya. Itu jelas tertulis dalam Alquran Surah Ghafir Ayat 60, yang artinya “…Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya aku ‎perkenankan permintaanmu.”

Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, ‎“Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa yang tidak ‎mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan ‎memberikan kepadanya satu diantara tiga hal : dikabulkan doanya, ‎ditangguhkan hingga hari kiamat, atau dijauhkan dari suatu keburukan atau ‎musibah yang serupa.”

Baca juga: Ini Janji Allah dalam Alquran untuk Orang yang Berdoa

Dosen IAIN Syeh Nurjati Cirebon yang juga penulis buku-buku motivasi Islam, Dr. Didi Junaedi dalam kolomnya seperti dikutip dari jaringansantri.com, Selasa (23/6/2020), menjelaskan tiga cara Allah mengabulkan doa hamba-Nya seperti tertulis dalam hadist di atas yang sering dimaknai oleh para ulama ‎sebagai berikut:‎

Pertama, yakni doa dikabulkan secara langsung sesuai dengan ‎permintaan. Ini merupakan ‘jalur khusus’ atau keistimewaan yang dimiliki oleh ‎para Nabi dan Rasul.

Hak istimewa ini diberikan Allah kepada mereka, karena ‎para Nabi dan Rasul adalah manusia-manusia ma’shum, yang terjaga dari ‎khilaf dan dosa. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang memiliki ‎kesucian pikiran, hati dan jiwa.

Faktor ‘kesucian’ inilah yang menyebabkan ‎mereka begitu dekat dengan Allah. Sehingga apapun permintaan yang mereka ‎panjatkan kepada-Nya selalu dikabulkan oleh Allah sesuai dengan isi ‎permintaan tersebut. Kita, sebagai manusia biasa, yang tidak terlepas dari ‎dosa dan kesalahan, tidak memiliki hak istimewa ini.‎

Kedua, jawaban doa ditangguhkan hingga hari kiamat. Ini adalah cara ‎Allah yang diberikan kepada kita, manusia pada umunya. ‎

Mengenai penangguhan jawaban atas doa, ada yang memaknai ‎bahwa jawaban doa kita akan diberikan Allah kelak pada hari kiamat tiba. ‎Tetapi ada juga yang memahami bahwa pada hakikatnya doa kita sudah ‎dijawab oleh Allah.

Tetapi jawaban itu masih ‘digantungkan’ kepada kita. ‎Artinya bahwa jawaban atas doa kita Allah berikan sesuai dengan usaha kita. ‎Misalnya, kita berdoa meminta diberi kelimpahan rezeki, maka sesungguhnya ‎Allah sudah menyediakan kelimpahan rezeki kepada kita. Tergantung ‎bagaimana kita berusaha untuk mencapai serta meraihnya. Tugas kita adalah ‎mengerahkan segala kekuatan, daya serta upaya untuk meraih kelimpahan ‎rizki tersebut. Maka sejauh usaha kita, sejauh itu pula hasil yang akan kita ‎peroleh. ‎

Ketiga, doa diakabulkan tidak sesuai dengan permintaan, tetapi diganti ‎dengan yang lebih baik. Ini juga merupakan cara Allah menjawab doa hamba-‎Nya, yakni kita manusia pada umumnya. ‎

Allah Mahamengetahui yang terbaik buat hamba-Nya. Maka jika ‎seorang hamba mengajukan permohonan yang menurutnya baik, tetapi ‎menurut Allah tidak, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Ketika ‎seseorang berdoa memohon kepada Allah agar diberi harta yang banyak, ‎misalnya, tetapi menurut Allah itu bukan yang terbaik, mungkin saja Allah ‎menggantinya dengan diberikan kesehatan kepadanya, atau diselamatkannya ‎dari musibah.‎

Dengan demikian, hakekatnya semua doa yang dipanjatkan seorang ‎hamba kepada Allah, selalu dikabulkan oleh-Nya dengan berbagai macam cara. ‎Sehingga tidak selayaknya kita menganggap bahwa Allah tidak mengabulkan ‎doa kita.‎

Yakinlah bahwa setiap doa, setiap permohonan yang kita ajukan ‎kepada Allah selalu diijabah atau dikabulkan oleh-Nya. ‎

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement