Hukum Berzikir Memakai Tasbih

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 330 2239700 hukum-berzikir-memakai-tasbih-nTdgsKrekA.jpg Ilustrasi (Foto: About Islam)

ZIKRULLAH merupakan sebuah amalan yang sangat dianjurkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya. Sebagai muslim, kita diperintahkan untuk menunaikan ibadah sunah ini sebanyak-banyaknya, sebagaimana salah satu firman Allah yang menganjurkan untuk berzikir dalam Surat Al-Ahzab ayat 41 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya," (QS. Al-Ahzab: 41).

Tak hanya itu, anjuran untuk senantiasa mengingat Allah juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah, di mana beliau semasa hidupnya tak henti-hentinya menyebut nama Allah dengan berzikir.

Mengamalkan zikir, tentunya sudah tak asing dengan ketentuan bilangan tertentu dalam mengucapkan lafadz. Seperti anjuran membaca kalimat zikir hingga 33 kali, 100 kali bahkan ada pula yang mencapai ribuan. Karenanya, untuk mencapai bilangan-bilangan itu, dibutuhkan yang namanya tasbih, media penghitung bacaan yang sudah banyak dikenal untuk berzikir.

Baca juga: Gadis atau Janda, Mana yang Lebih Baik Dinikahi?

Di samping menggunakan jari, penggunaan tasbih tentunya lebih mudah karena jumlah butirannya yang sudah disesuaikan dengan ketentuan bilangan yang ditargetkan dalam zikir. Nyatanya, penggunaan tasbih tak hanya digunakan oleh umat muslim.

Umat beragama lain diketahui juga tak jarang menggunakan alat ini, bahkan beberapa kali disebutkan bahwa mereka sudah lebih lama menggunakan alat tasbih ini. Lantas, bagaimana hukumnya berzikir dengan menggunakan tasbih dalam Islam?

Pendakwah Ustadz Abdul Somad (UAS) menjelaskan tentang hukum terkait perdebatan ini. Ia mengatakan bahwa penggunaan tasbih boleh-boleh saja, karena hanyalah alat bantu hitung. Ia turut menceritakan kisah bahwa sebelum Abu Hurairah tidur, ia selalu berzikir sebanyak 2000 kali. Dalam berzikirnya itu, ia menggunakan tali yang dibuat simpul hingga membentuk bulatan-bulatan kecil sejumlah 2000 butir.

“Jika tak mau menggunakan tasbih yang ada sekarang ini, gunakanlah tasbih seperti era Abu Hurairah dari tali simpul. Tak ada bedanya baik tali disimpul atau batu yang disatukan dengan benang (tasbih), itu ‘kan hanya alat (bantu hitung),” jelas dai kondang tersebut.

Lebih lanjut, UAS mengatakan bahwa pada dasarnya ketentuan boleh tidaknya menggunakan tasbih kembali pada keyakinan masing-masing.

“Sesama ulama di Arab Saudi pun berbeda dalam memandang hal ini. Kata Syaikh Al-Albani, tasbih itu fitnah. Namun, kata Syaikh Muhammad Ibn Al-Utsaimin, boleh saja, karena itu hanyalah alat hitung," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini