3 Nasihat Peningkat Iman saat Masa Pandemi Covid-19

Hantoro, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 616 2239996 3-nasihat-peningkat-iman-saat-masa-pandemi-covid-19-StLQiwDArq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS corona (covid-19) masih mewabah di Indonesia dan hampir seluruh negara di dunia. Sebagai umat Islam, harus menyikapinya dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Banyak amal salih yang bisa dilakukan kaum Muslimin ketika masa pandemi covid-19. Di antaranya memperbanyak berzikir, tadarus dan mengkaji kitab suci Alquran, hingga berdoa memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Terdapat pula nasihat-nasihat dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, hingga alim ulama bagi kaum Muslimin guna meningkatkan keimanan di masa mewabahnya penyakit.

Baca juga: Mohamed Salah Beramal Bangun Pusat Layanan Ambulans di Kota Kelahiran 

Berikut ini nasihat tersebut, sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id, Kamis (2/7/2020).

1. Meyakini semua ketetapan Allah Ta'ala

Semua umat Islam harus meyakini bahwa apa pun yang terjadi adalah ketetapan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Berdasarkan riwayat dari Abdullah ibn Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، ولو اجتمعوا على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رُفعت الأقلام وجفت الصحف.

Artinya: "Ketahuilah bahwa jika seluruh umat bersatu untuk memberikanmu suatu manfaat, maka mereka tidak akan bisa memberikanmu manfaat kecuali sesuai apa yang telah Allah tuliskan untukmu. Dan jika mereka bersatu untuk memberikanmu suatu mudharat, maka mereka tidak akan bisa memberikanmu mudharat kecuali sesuai apa yang telah Allah tuliskan untukmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering."

2. Bertakwa dan tawakal

Dalam situasi pandemi ini kaum Muslimin dianjurkan lebih bertakwa dan bertawakal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Langkah tersebut akan memudahkan untuk meraih jalan keluar.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجعَل لَهُ مَخرَجًا * وَيَرزُقهُ مِن حَيثُ لا يَحتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّل عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسبُهُ

Artinya: "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan memberikan baginya rezeki dari arah yang tidak disangka-disangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka Dia adalah cukup baginya."

Baca juga: Antara Azan dan Iqamah Waktu Terkabulnya Doa 

3. Ikhtiar

Dalam masa pandemi covid-19 ini umat Islam haruslah tetap berikhitar mencegah tertular dari penyakit tersebut. Menempuh jalan berusaha sehat dan terhindar dari wabah virus corona tidaklah menafikan tawakal kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Syaikhul-Islam Ibn Taimiyyah rahimahullah berkata:

الالتفات إلى الأسباب شرك في التوحيد، ومحو الأسباب أن تكون أسبابا نقص في العقل، والإعراض عن الأسباب بالكلية قدح في الشرع.

Artinya: "Bersandar pada sebab adalah kesyirikan dalam bertauhid, menafikan sebab adalah kecacatan dari akal, dan berpaling dari sebab seluruhnya adalah celaan terhadap syariat."

Di antara kesalahan lainnya dalam masalah ini adalah berkata, "Kita tidak takut kepada corona, kita hanya takut kepada Allah," kemudian tidak menempuh sebab sama sekali untuk mencegah dan menghindari wabah corona.

Ketahuilah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam adalah yang paling takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Akan tetapi setiap sebelum berangkat perang, Beliau dan para sahabat radhiyallahu anhum selalu melakukan persiapan, misalnya perbekalan, senjata, dan baju perang.

Baca juga: 10 Nama Bayi Perempuan Islami Terinspirasi dari Kebaikan Bulan Zulkaidah 

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini