Pegawai Warkop Amerika Tuliskan 'ISIS' di Cangkir Seorang Muslimah

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 614 2242086 pegawai-warkop-amerika-tuliskan-isis-di-cangkir-seorang-muslimah-ssBihwfwT3.JPG Cangkir kopi bertuliskan ISIS (Foto: Sahan Journal)

SERUAN pemecatan terhadap seorang karyawan warung kopi ternama di Amerika Serikat (AS) oleh Dewan Hubungan Islam Amerika di Minnesota terus menyeruak pasca-aksi diskriminasi terhadap pelanggan muslimah yang mendapati cangkirnya bertuliskan 'ISIS'.

Dinukil dari laman Sahan Journal, Senin (6/7/2020), seorang wanita muslim memesan minuman di warung kopi kenamaan tersebut yang berlokasi di Midway Target, di St. Paul, pada 1 Juli lalu. Seperti biasa, pelanggan dipersilakan untuk memberi tahu namanya kepada karyawan, yang kemudian akan dituliskan pada gelas minum berbahan plastik bening itu.

Wanita tersebut terkejut setelah mendapati dirinya mengalami aksi diskriminasi, saat ia menerima minumannya dan menemukan tulisan ISIS sebagaimana tertulis pada gelas plastik tersebut. ISIS adalah singkatan dari Islamic State of Iraq and Syria, yang merupakan sebuah kelompok ekstremis yang telah melakukan banyak aksi teror di Irak dan Suriah.

Ketika ditanya mengenai alasan karyawan tersebut menuliskan ISIS, karyawan berdalih bahwa ia tak bisa mendengar dengan pasti nama yang disebutkan oleh pelanggan wanita itu.

Baca juga: Wamenag Apresiasi Pembukaan Kembali Bayt Alquran di TMII

“Karyawan itu mengklaim bahwa ia tak mendengar namanya dengan jelas. Lebih lanjut dikatakan oleh supervisor kedai tersebut, bahwa ini adalah murni sebuah kesalahan. Ia mengatakan bahwa memang seringkali karyawan salah dalam menuliskan nama pelanggan. Hal ini diakuinya bukanlah kali pertama di mana pelanggan merasa dijadikan lelucon atau dilecehkan oleh karyawan ketika mereka melihat pesanan yang mereka terima,” sebut Dewan Hubungan Islam Amerika di Minnesota dalam sebuah siaran pers.

Dewan Hubungan Islam Amerika di Minnesota itu tetap menuntut adanya aksi pemecatan terhadap karyawan yang bersangkutan. Pihak kedai memilih bungkam atas kasus ini.

Lebih lanjut, pelanggan wanita, yang belum diidentifikasi oleh Dewan Hubungan Islam Amerika di Minnesota bakal dihadirkan dalam konferensi pers bersamaan dengan organisasi tersebut pada Senin pekan depan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini