Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Amalan-Amalan saat Terjadi Gempa

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |13:58 WIB
Amalan-Amalan saat Terjadi Gempa
Ilustrasi gempa. (Foto: Okezone)
A
A
A

MUSIBAH gempa merupakan bentuk peringatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala kepada umat manusia. Allah Ta'ala memberi sinyal bahwa manusia janganlah berbuat maksiat atau kerusakan, kemudian segera bertobat kembali ke ajaran Islam.

Jadi gempa bukan sekadar fenomena alam. Gempa merupakan sebuah tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala atas segala hal. Allah Ta'ala juga yang menjadikan pergerakan lempeng bumi hingga terjadi gempa.

Baca juga: Gempa Menurut Pandangan Islam 

Terjadinya gempa ini seperti firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

ﻭَﻣَﺎ ﻧُﺮْﺳِﻞُ ﺑِﺎﻟْﺂﻳَﺎﺕِ ﺇِﻟَّﺎ ﺗَﺨْﻮِﻳﻔًﺎ

"Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti." (QS Al Isra: 59)

Ketika gempa mengguncang, terdapat amalan yang dapat dilakukan kaum Muslimin. Berikut ini penjelasannya, sebagaimana diungkapkan Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi, dikutip dari Muslim.or.id, Selasa (7/7/2020).

1. Tobat kepada Allah Ta'ala

Sesungguhnya peristiwa gempa akan membuahkan bertambahnya iman kaum Muslimin, memperkuat hubungannya dengan Allah Subhanahu wa ta'ala. Manusia harus sadar bahwa musibah gempa tidak lain adalah peringatan akibat dosa-dosa berupa kesyirikan, kebid'ahan, serta kemaksiatan. Malapetaka itu tidak akan dicabut oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dengan tobat dari manusia.

Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah menjelaskan, "Kadang-kadang Allah mengizinkan bumi bernapas sehingga mengakibatkan gempa dan tsunami yang dahsyat, sehingga hal itu menjadikan ketakutan kepada Allah, kesedihan, tobat, dan berserah diri kepada Allah."

2. Banyak berzikir, istighfar, dan berdoa kepada Allah Ta'ala

Imam Syafi’i mengatakan, "Obat yang paling mujarab untuk mengobati bencana adalah memperbanyak tasbih."

Sementara Imam As-Suyuthi menjelaskan, "Hal itu karena zikir dapat mengangkat bencana dan azab, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ ﴿١٤٣﴾ لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤٤﴾

Artinya: "Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." (QS Ash-Shoffat (37): 143–144)

Baca juga: Ini Kunci agar Mendapatkan Kasih Sayang Allah 

Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman:

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴿٣٣﴾

Artinya: "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun." (QS Al Anfal (8): 33)

Ayat ini menunjukkan ada dua hal yang bisa melindungi manusia dari azab. Pertama, kehadiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di tengah-tengah manusia dan ini bersifat sementara. Kedua, istighfar serta meninggalkan segala dosa dan ini bersifat seterusnya sekalipun Nabi Muhammad telah meninggal dunia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement