Sementara ibadah ghairul mahdah, misalnya penguatan, pemberdayaan Islam baik pendidikan ekonomi sosial kemasyarakat dan lain-lain. Selain itu pembangunan peradababan jangan sampai sepergulatan saling berebut hegemoni antara satu peradaban dengan peradaban yang lainnya.
"Ini merupakan sunnatullah yang selalu terjadi sepanjang zaman, dan masyarakat yang lebih kuat peradabannya akan menghegemoni yang lebih lemah. Sebagaimana firman Allah swt, "Di masa kejayaan dan kehancuran itu kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran" (Ali Imran:140)" pungkasnya.
Lebih lanjut, dalam membangun peradaban cara berpikir yang digunakan, yaitu secara wasati atau berpikir yang lurus. Ciri-cirinya senantiasa menjaga mengamalkan ilmu yang relevan, senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan, dan lainnya sehingga menciptakan kondisi yang lebih baik.
"Cara berpikir wasati harus dijalankan istiqamah, tanpa kecuali oleh semua umat Islam," terangnya.
(Salman Mardira)