Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Wanita Italia Masuk Islam karena Merasa Tenang saat Ditawan Kelompok Militan

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Rabu, 08 Juli 2020 |16:41 WIB
Kisah Wanita Italia Masuk Islam karena Merasa Tenang saat Ditawan Kelompok Militan
Silvia Romano (ANSA)
A
A
A

ROMA - Seorang pekerja bantuan asal Italia, Silvia Romano memutuskan masuk Islam setelah 18 bulan ditahan oleh kelompok militan. Perempuan yang sebelumnya korban penculikan dan disandera ini menjadi mualaf karena merasa tenang selama masa penahanan.

Melansir dari ANSA, Rabu (8/7/2020), Silvia Romano mengatakan sepenuh hati yakin memeluk Islam setelah dua bulan dibebaskan. Dalam Islam, ia merasa menemukan perubahan nasib dalam hidupnya dan ketenangan yang menyelimuti jiwanya.

Pada November 2018, Romano diculik oleh kelompok bersenjata di Kenya. Ia kemudian ditawan oleh kelompok Al-Shabaab Somalia sebelum akhirnya dibebaskan setelah 18 bulan kemudian.

Baca juga: Taman Danau Yanbu, Ikon Wisata Kota Pintar di Arab Saudi

Dalam wawancara dengan La Luce, Romano mengatakan sempat merasa putus asa dengan hidupnya. Namun, ia kemudian menemukan kekuatan iman yang memberi warna baru pada hidupnya. Keadaan seolah berubah dan berkembang baik seiring berjalannya waktu.

Romano dikritik oleh pendukung sayap kanan setelah mempublikasikan keislamannya itu. Seorang anggota parlemen oposisi Liga Nasionalis bahkan memanggilnya “Neo Teroris” di parlemen.

Seorang mantan anggota dewan liga di Veneto bahkan turut mengatakan bahwa wanita itu harus digantung, memicu pertengkaran dengan pernyataan “neo teroris” nya.

Di samping itu, jaksa penuntut telah membuka penyelidikan atas ujaran kebencian berbasis web terhadap wanita berusia 25 tahun ini. Mobil polisi didapati telah berpatroli di jalan tempat ia tinggal.

Kebencian di media sosial diarahkan terhadap perubahan Romano ke Islam, fakta yang tidak secara terang-terangan mengkritik Al-Shabaab. Dugaan atas kenaifannya dalam melakukan perjalanan ini berujung pada kasusnya yang diduga berakhir pada pendanaan aksi terorisme.

Baca juga: Tidak Ada Istilah Pacaran dalam Islam, Ini Penjelasannya

Menteri Luar Negeri di Maio membantah pernyataan juru bicara Al-Shabaab bahwa gerilyawan telah menerima uang tebusan sejumlah empat juta Euro untuk Romano.

Di Maio, mantan pemimpin anti-establishment 5-Star Movement (M5S) mengatakan bahwa hal-hal buruk yang dibicarakan tentang Silvia sudah melampaui batas. Romano menanggapi kritik yang disasari pada dirinya, dan mengatakan bahwa dirinya memilih untuk menerima Islam tanpa paksaan entitas manapun dan berniat dalam hatinya untuk terus beriman sebagai seorang Muslim.

(Salman Mardira)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement