Bagaimana Hukum Berbohong demi Mendamaikan Orang Berselisih?

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 330 2244202 bagaimana-hukum-berbohong-demi-mendamaikan-orang-berselisih-UlseYz06qF.JPG KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: YouTube/@Al-Bahjah TV)

BERKATA dusta alias berbohong ialah salah satu perbuatan tercela bagi seorang muslim. Seseorang yang gemar melakukan kebohongan dan terbiasa dengan hal tersebut akan memengaruhi terhadap kepercayaan orang lain terhadap dirinya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan, berbohong merupakan salah satu tanda orang yang munafik. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam haditsnya:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاث إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَ إِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَ إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: “Tanda orang munafik itu tiga: apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji ingkar, dan jika dipercayai ia berkhianat,” (HR. Al-Bukhari, Kitab Iman, Bab Tanda-tanda Orang Munafik, no. 33 dan Muslim).

Lantas, bagaimana hukumnya bila kita berbohong demi alasan kebaikan? Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH. Yahya Zainul Ma'arif memberi penjelasan. Seorang jamaah yang bertanya mencontohkan satu kasus, semisal seseorang memiliki teman A dan B. Kedua orang tersebut merupakan teman dekatnya.

Baca juga: Berkat Sedekah, Buruh Lunasi Utang Rp150 Juta dan Bangun 5 Mushola

Saat itu ia harus melihat kedua temannya yang berperilaku tidak menyukai satu sama lain, A tidak suka terhadap B, begitupula sebaliknya B yang tidak menyukai A. Sebagai kedua temannya, hal ini tentunya membuat ia bingung.

Namun akhirnya disampaikanlah kepada masing-masing kawannya tersebut bahwa temannya (yang tidak disukai) tersebut ternyata adalah orang yang baik. Disampaikanlah kepada A bahwa B sebenarnya adalah orang yang baik dan sebaliknya disampaikan kepada B bahwa A adalah orang yang baik.

Hingga dapat terlihat dengan cara menyampaikan (kebaikan) tersebut apakah dapat diperbolehkan walaupun yang menyampaikannya bukan berasal dari sebuah fakta yang benar?

Pendakwah kelahiran Blitar itu menyatakan bahwa ada berbohong yang diperbolehkan dalam Islam. "Sampaikanlah pesan-pesan kebaikan tersebut secara cantik, jadi tidak tampak seperti kita akan mendamaikan terhadap satu sama lainnya," kata dia dikutip Okezone dari channel YouTube, Al-Bahjah TV.

"Jadi intinya, berbohong untuk mendamaikan adalah boleh," tegasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Meski begitu lanjut Buya Yahya, kebohongan demi kebaikan itu nantinya tidak membawa kemudharatan di kemudian hari. Sehingga faktor kehati-hatian dan kecermatan patut diperhatikan.

"Yang dimaksudkan dengan mudharat misalnya kita mengada-adakan pemberitaan yang jelas sama sekali tidak diungkapkan oleh kawan lainnya. Sehingga ungkapan tersebut akan dicari kebenarannya bilamana tidak sesuai maka akan ketahuan telah berbohong," ujar dai lulusan Universitas Al-Ahgaff ini.

Kemudharatan yang dimaksud ialah keburukan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain akibat kebohongan itu. Sehingga apabila seorang muslim diperkenankan berbohong demi kebaikan, dapat harus dipastikan dulu bahwa perkara itu tidak membawa kemudharatan terhadap pihak-pihak terkait.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya