Ini Cara Tim Basket Amerika Bangun Persaudaraan Sesama Muslim

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 17:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 614 2246907 ini-cara-tim-basket-amerika-bangun-persaudaraan-sesama-muslim-E9cXJYse7F.JPG Para pebasket muslim yang berlaga di Liga Basket Muslim AS (Foto: Instagram/@muslimbasketball)

PEBASKET muslim kerap dijumpai dalam sebuah tim di liga basket dunia. Kebanyakan mereka berdarah timur tengah dan dikenal taat menjalankan ajaran agamanya.

Salah satu tim basket yang erat menjalin persaudaraan sesama pemain muslim yakni New Jersey. Tim ini merupakan salah satu peserta liga basket muslim di negeri Paman Sam.

Tim muslim New Jersey termasuk dalam peserta liga reguler dengan sedikitnya 36 tim yang dibagi dalam tiga divisi. Mantan bintang NBA, Mahmoud Abdul-Rauf, mantan pemain Ivy League of the Year Ibrahim Jaaber, dan eks pemain unggulan Seton Hall Marcus Toney-El adalah beberapa tokoh terkenal yang telah turun ke kompetisi reguler Basketball Muslim di Parsippany, New Jersey.

Melansir dari laman Ummah Sports, penamaan tim ini berdasarkan kota-kota terkemuka di dunia muslim seperti Makkah, Madinah, Istanbul, Kairo, dan lainnya. Adalah hal yang biasa terjadi ketika para rekan satu tim dan lawan berbaris untuk berdoa bersama sebelum permainan dimulai.

Baca juga: Ada Cewek Tawarkan Diri Jadi Istri Kedua, Ini Jawaban Virgoun soal Poligami

Essad Malik merupakan satu dari empat direktur aktif tim basket muslim dan satu dari tiga pendiri aslinya. Omar Abbassi, salah satu komisaris aktif liga mengungkap bagaimana mereka berupaya membangun persaudaraan melalui permainan bola basket.

"Salah satu ide di balik liga adalah bahwa Anda dapat bermain basket tanpa banyak hal tidak sopan yang biasanya terjadi di dalam permainan. Ada beberapa aturan yang dibuat contohnya tidak ada kutukan, tidak ada pembicaraan kasar, bahkan tidak diperkenankan menunjuk kepada seseorang," kata Omar.

"Jenis hal di mana kita mengambil perspektif Islam di dalamnya. Dan itu tidak terjadi secara negatif. Itu tidak mencegah orang kembali atau mencegah orang baru bergabung setiap musim. Anda dapat bermain basket dengan rasa hormat dan bersenang-senang, dan itu tidak menghilangkan apa pun dari permainan," tambahnya.

Sementara, Essad Malik berujar bahwa tim basket di wilayahnya dihuni oleh pemain berusia 16 hingga 40 tahun yang aktif bermain di liga. Ia memulai liga dengan ide menyatukan pemuda muslim, tetapi berkembang menjadi menyatukan semua orang di komunitas, tanpa memandang usia atau keyakinan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Melihat kembali pada tahun pertama mendirikan liga bola basket muslim, kami tidak tahu apa yang kami lakukan saat itu. Kami hanya mengada-ada saat kami berjalan. Tetapi kami benar-benar melihat apa yang orang lain dapatkan darinya, dan umpan balik yang kami dapatkan semuanya berbuah positif, dan kami dapat mengembangkannya," tuturnya.

Sejauh ini liga bola basket muslim di New Jersey menjadi tempat bagi para muslim untuk menyalurkan hobi basketnya. Dengan liga yang di kelola secara profesional, membuat para pebasket muslim lebih nyaman dan mendapat respons positif.

“Kami mendapat feedback dari beberapa orang bahwa ini adalah satu-satunya interaksi yang mereka miliki dengan muslim lain seusia mereka. Saya pikir jenis aturan yang kami berikan menghasilkan suasana yang lebih menyenangkan," ujar Essad.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya