Perlukah Ijazah Belajar Agama dari Internet? Ini Kata Buya Yahya

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 616 2247012 perlukah-ijazah-belajar-agama-dari-internet-ini-kata-buya-yahya-xBREPzc20J.jpg KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: YouTube/@Al-Bahjah TV)

KEHADIRAN internet dalam era globalisasi saat ini sudah memudahkan kehidupan masyarakat. Teknologi internet makin hari ke hari lebih canggih agar memudahkan manusia berkomunikasi.

Bagi para muslim, tentunya dengan ini bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari, baik berkomunikasi, maupun mencari ilmu lewat media sosial. Namun ketika kita mempelajari Islam melalui internet atau media sosial, sahkah ilmu tersebut?

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif atau yang akrab kerap disapa Buya Yahya, saat menjawab salah satu pertanyaan jamaahnya tentang bagaimana adabnya belajar agama Islam melalui internet, memberikan penjelasan sederhana.

Dilansir dari akun YouTube Al-Bahjah TV, seorang jamaah tersebut bertanya ketika seseorang belajar agama melalui internet semisal media YouTube, apakah orang tersebut bisa dianggap sebagai murid dan guru. Dan bolehkah mengamalkan segala zikir dari guru tersebut tanpa adanya ijazah khusus?

“Berguru itu harus memilih, kalau tidak, salah namanya (dan) salah berguru. Kalau sudah berguru, Anda akan salah jalan karena guru itu akan membimbing kita. Makanya dengan berguru itu dalam Kitab Ta’lim Mut’allim, itu mengingatkan harus waspada,” ucap Buya Yahya menjawab pertanyaan tersebut.

Buya melanjutkan, terdapat beberapa kiat yang bisa dialakukan seorang muslim untuk diperhatikan ketika Ia belajar agama Islam melalui internet, misalnya ia memilih dari salah satu ustadz pada media sosial. Berikut tips yang diberikan Buya Yahya:

Baca juga: Pelesiran ke Brisbane, Jangan Lupa Mampir di 3 Restoran Halal Ini

1. Akidahnya harus benar

Sebelum mempelajari ilmu yang diberikan dari guru tersebut, seorang muslim hendaklah melihat terlebih dahulu siapa yang menjadi gurunya. Dengan melihat akidah, atau keimanan pada guru tersebut jika akidahnya benar maka boleh-boleh saja ia belajar dari ustadz tersebut.

2. Berakhlak dan tinggi adab

Kemudian agar tidak tersesat dalam ilmunya, sebagai muslim yang cerdas juga harus memerhatikan akhlak seseorang yang mengajarinya. Sebelum seorang muslim ingin menyerap ilmunya maka perhatikan lebih dulu akhlaknya, apakah sudah baik apa buruk. “Sebab melalui akhlaklah, manusia terbentuk karakter," sambung Buya Yahya.

3. Sesuai sunah Nabi

Ketika mempelajari suatu ilmu, maka harus dilihat apakah nasab ilmu tersebut benar bersumber dari Rasulullah. Jika benar, maka sah-sah saja ilmu tersebut diamalkan, sekalipun diketahui dari internet.

Menurut Buya, agama adalah urusan yang riskan sehingga sama halnya seperti kita ingin membaca buku, seseorang kita harus mengenal terlebih dahulu siapa pengarangnya. Terlebih sumbernya dari internet.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Kalau sudah mengenal dunia internet, manusia bisa sombong. Sehingga bisa fatal akibatnya. Sehingga jika ingin mencari yang aman seperti ulama-ulama besar, maka diperbolehkan," kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terdapat martabat saat berguru. Martabat ialah kedudukan bagi seseorang terhadap gurunya. Martabat tertinggi ialah martabat thalqi, yaitu bertemu secara langsung. Martabat berikutnya adalah mengambil kutipannya, untuk menuntut ilmu.

Jika ia tidak sempat menghadiri majelisnya, kemudian ia melihat rekamannya melalui video dan mempelajarinya, maka sudah berarti menjadi ia muridnya, boleh mengamalkan ilmu-ilmunya sepanjang ilmu tersebut bersumber dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam. Adapun soal ijazah ilmu, Buya Yahya punya jawaban sendiri.

“Yang namanya ijazah itu hanyalah pengikat antara guru dan muridnya. Jadi itu kelebihan adanya ijazah dalam Islam. Amalannya boleh dibaca, baik doa-doanya, maupun zikir-zikirnya dapat diamalkan. Dan sebaik-baiknya amalan adalah istiqamah, Anda tekuni dan istiqamahi ilmunya," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya