Share

Buya Yahya: Pasangan Hidup Tak Perlu Hafal Alquran yang Penting Berakhlak Baik

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Kamis 16 Juli 2020 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 16 330 2247416 buya-yahya-pasangan-hidup-tak-perlu-hafal-alquran-yang-penting-berakhlak-baik-rEqYg84anw.JPG KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya (Foto: YouTube/@Al-Bahjah TV)

MEMBACA Alquran merupakan sebuah ibadah yang mendatangkan pahala serta keberkahan. Sudah seharusnya sebagai muslim dapat membaca, menghafal hingga mengamalkan isi dari kitab suci pedoman hidup penunjuk jalan kebenaran itu.

Bagi mereka yang besar di lingkungan keluarga yang taat pada agama Islam, tentu akan mendambakan pasangan hidup yang memiliki pemahaman agama bahkan seorang hafidz atau penghafal Alquran.

Lalu, bagaimana jika calon pasangan kita justru tidak bisa membaca atau menghafal Alquran? Apakah hal tersebut menjadi kriteria utama untuk menentukan pasangan yang baik atau sebaliknya?

Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya memberikan jawaban terkait hal ini. Ia menerangkan bahwasanya menjadi penghafal Alquran ialah baik, namun bukanlah suatu kewajiban.

Seorang calon pasangan yang akan disandingkan dengan kita selama hidup ini tidak harus menghafal Alquran, namun yang terpenting hakikat dari orang yang dimaksud itu baik.

“Suamimu tak harus menghafal Alquran, bahkan jika hanya hafal surat-surat pendek itu tidak apa-apa. Yang terpenting hakikatnya itu baik. Hafal Alquran tapi jahat untuk apa dinikahi? Hafal Alquran tapi memusuhi, mendengki. Hafalan Alquran bukanlah jaminan. Memang, hafal Alquran adalah kemuliaan yang luar biasa, tetapi bukan berarti yang tak hafal Alquran itu sudah berarti buruk, tidak,” tegasnya, dikutip dari channel YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Begini Tata Cara Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Lebih lanjut, Buya menekankan bahwa menghafal Alquran bukanlah sebuah kewajiban. Bahkan jika seseorang tidak hafal surat, misalnya Surat Al Fatihah, maka diperbolehkan untuk membacanya dengan melihat bacaan pada sebuah buku atau kitab.

Dalam memilih pasangan, harus diingat bahwa keutamaan yang harus diperhatikan adalah akhlak baik dan tidak jauh dari agama. “Yang penting hatinya baik, lembut hati, santun, ramah, penuh kasih, mudah membantu, tidak pernah bicara kotor. Tidak masalah. Utamakan agama dan akhlaknya itu baik tadi.” jelas Buya.

Penghafal Alquran tak bisa dijadikan tolak ukur utama dalam menentukan pasangan yang baik sesuai dengan syariat Agama.

Memiliki pasangan seorang hafizh atau hafizhah bukanlah sebuah keharusan. Jika terdapat seorang penghafal Alquran, namun ia kejam, jahat, senantiasa berkata kotor, dan selalu ingin menjadi imam karena merasa hafal Alquran maka semua hafalannya ternilai percuma.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dapat dikatakan sebuah keistimewaan jika mendapatkan seorang hafizhah yang saleh atau salehah, dan yang utama adalah ia yang berakhlak baik.

Lebih lanjut dia menerangkan bahwa akan lebih baik jika memiliki pasangan yang meski hafalannya sedikit, namun selalu menunaikan ibadah baik yang wajib hingga sunnah secara maksimal.

Ini jauh lebih baik dibanding seorang penghafal Alquran yang tidak mengamalkan perintah ibadah sunah yang dianjurkan dalam Alquran dan Hadits.

“Ada yang cuma hafal surat Al-Fatihah, An-Naas dan Al-Ikhlas. Tiap sholat selalu baca itu. Tetap sholatnya rajin, sunah selalu dikerjakan full; Dhuha 8 rakaat, Witir 11 rakaat. Daripada penghafal Alquran tapi tidak pernah Dhuha ataupun Tahajud,” ujar lulusan Universitas Al-Ahgaff ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini