KEMENTERIAN Kesehatan Arab Saudi mengumumkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona (covid-19) per hari Senin kemarin mencapai 5.524 orang. Sedangkan kasus baru ada 2.429. Jumlah kasus covid-19 di Arab Saudi dilaporkan saat ini mencapai 253.349.
Mengutip dari Saudigazette, Selasa (21/7/2020), Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi dr Muhammad Al Abdel Ali mengatakan kasus kematian akibat covid-19 mencapai 37 pasien. Total kasus kematian meningkat menjadi 2.523.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan Ibadah Haji 2020 Dimulai pada 29 Juli
Di Arab Saudi saat ini terdapat 47.567 kasus aktif covid-19. Sementara total 203.259 pasien dinyatakan pulih per Senin 20 Juli.
Dari kasus-kasus baru itu, sebanyak 254 dikonfirmasi di Kota Jeddah, 195 di Hufof, dan 169 di Riyadh. Kemudian ada 122 infeksi baru di Kota Taif, 116 di Makkah, 103 di Dammam, 102 di Mobarraz, 91 di Hafr Al Batin, dan 65 di Madinah. Sisanya tersebar di kota-kota lain.
"Dukungan tak terbatas untuk sektor kesehatan telah berkontribusi pada peningkatan tingkat kesehatan di semua wilayah Arab Saudi," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi dr Muhammad Al Abdel Ali, sebagaimana dikutip SPA.
Dilaporkan, berdasarkan analisis Deep Knowledge Group yang berbasis di Hong Kong, pada Juni lalu Arab Saudi termasuk 20 negara teraman di dunia selama pandemi covid-19.
Arab Saudi berada di peringkat 17 dalam Penilaian Keamanan Covid-19 dari Deep Knowledge. Data itu diklasifikasikan dalam kategori tingkat 1 sampai 20 negara yang peringkat tertinggi dalam hal keamanan dan stabilitas regional di era covid-19.
Baca juga: Arab Saudi Tetapkan Idul Adha 1441H pada Jumat 31 Juli
Sementara menjelang pelaksanaan ibadah haji 1441 hijriah/2020 masehi, Pemerintah Arab Saudi mulai membatasi akses ke lokasi prosesi haji di Kota Makkah, yakni Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Pembatasan dilakukan mulai Minggu 19 Juli 2020.
Hanya petugas atau pihak terkait yang telah mengantongi izin boleh masuk ke tempat-tempat tersebut. Tujuannya untuk mencegah persebaran virus corona (covid-19) di Tanah Suci.
Bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan surat izin masuk ke tiga tempat suci itu akan diperintahkan putar balik.
