MANUSIA hidup berdampingan satu dengan yang lainnya, tak jarang timbul konflik antara satu dengan lainnya. Namun sebagai Muslim hendaklah bijak dan bersikap tenang dalam menghadapi sebuah situasi yang sulit.
Jika merasa kesal dengan sesuatu, sebaiknya jangan bersikap sombong. Sikap sombong merupakan perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.
Baca juga: Kisah Nabi Yakub Sembuh dari Katarak Sempat Diteliti Ilmuwan, Hasilnya Mencengangkan
Dalam sebuah hadis dijelaskan mengenai sifat kesombongan. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Ia bertanya mengenai apa itu sombong yang sebenarnya, kemudian Nabi menjawabnya.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya: "Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi." Ada seseorang yang bertanya, "Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain." (HR Muslim Nomor 91)
Terkait hal tersebut, Ustadz Dr Khalid Basalamah mengungkapkan bahwasanya ada manusia yang terhina karena sebuah kesalahannya dari orang lain. Kemudian ia membalasnya dengan menindas atau meremehkan orang lain tersebut. Maka kategori orang ini juga merupakan orang-orang yang sombong.
"Jadi kalau ada orang yang merasa dirinya terhina gara-gara dia salah, kemudian akhirnya dia menindas orang tersebut, maka ini kezaliman. Inilah kesombongan," jelas Ustadz Khalid, dikutip dari akun Youtube-nya Khalid Basalamah Official, Sabtu (25/7/2020).
Ulama kelahiran Makassar ini juga mengatakan bahwa sombong merupakan salah satu bentuk dari kemaksiatan manusia. Tidak hanya itu, melainkan maksiat yang paling pertama dimaksiati adalah sikap sombong yang dicontohkan oleh iblis kepada Nabi Adam Allaihissalam sewaktu Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan makhluknya untuk tunduk bersujud kepada Nabi Adam.
"Dan maksiat yang paling pertama dimaksiati Allah Ssubhanahu wa ta'ala adalah kesombongan. Di mana iblis sombong, tidak mau bersujud kepada Nabi Adam. Ia membangkang, Allah mengatakan, 'Iblis itu menolak, dan sombong," ungkap Ustadz Khalid.
Baca juga: 5 Peristiwa Penting di Bulan Dzulhijjah, Kakbah Dibangun hingga Nabi Adam Diampuni
Kemudian terjadi dialog antara Allah Subhanahu wa ta'ala dengan iblis. "Mengapa kau tidak bersujud dengan wujud yang Aku ciptakan dari kedua telapak tangan-Ku?"
Dengan sombongnya iblis mengatakan, "Aku Lebih baik darinya. Aku terbuat dari api, sementara dia terbuat dari tanah."
"Oleh karena itu, akhirnya Allah Subhanahu wa ta'ala mengusir iblis dari langit," lanjut Ustadz Khalid.
Ia juga mengatakan, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda pula tentang kesombongan, bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala telah berfirman yang artinya:
"Kesombongan adalah selendang-Ku dan keagungan adalah sarung-Ku. Karena itu, siapa saja yang merampas salah satunya dari-Ku, pasti Aku akan melemparkannya ke dalam api neraka." (HR Abu Dawud dan Ibn Majah)
Baca juga: 15 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Islami Bermakna Mulia dan Saleh

Sehingga bagi seorang Muslim hendaknya bersikap rendah diri terhadap apa yang telah dicapainya. Melalui hal itu maka ia akan melihat dengan jernih kebenaran yang datang kepadanya.
Jika kita berlaku sombong, lalu apa perbedaannya dengan perbuatan yang dilakukan dengan Iblis? Mari menjaga hati agar tidak berlaku sombong di mana pun dengan siapa pun.
"Jika Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan kelebihan maka kita makin merendah, jadilah seperti padi, makin berisi makin merunduk. Kita bukan menghinakan diri tapi kita tidak menghina orang lain. Bersyukur atas nikmat Allah Subhanahu wa ta'ala," pungkasnya.
Wallahu a'lam.
Baca juga: Sholat Jumat Perdana di Hagia Sophia Terbuka untuk Muslim dan Muslimah
(Hantoro)