Perempuan Terlihat Dagu saat Sholat, Gimana Hukumnya?

Sarah Nurjannah, Jurnalis · Minggu 26 Juli 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 26 330 2252313 perempuan-terlihat-dagu-saat-sholat-gimana-hukumnya-BEHd9yvQrU.jpg Ilustrasi (Britishmuslim)

MENUTUP aurat adalah salah satu syarat sah sholat. Artinya kalau tak sempurna menutup aurat maka bisa saja sholatnya tak sah. Aurat perempuan yang harus ditutup saat sholat adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan muka, sedangkan laki-laki tak boleh terlihat bagian mulai dari pusar hingga lutut.

Lalu, bagaimana kalau seorang laki-laki sholat menggunakan sarung atau celana gantung, saat sujud sebagian lututnya terlihat dari belakang. Apakah sah sholatnya?

Pemimpin Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, Jawa Barat, KH. Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menjelaskan, batasan aurat yang tertampakkan saat sholat.

“Jadi aurat itu, yang dianggap membatalkan sholat adalah jika aurat itu terlihat dari arah atas dan dari arah samping. Kalau dari bawah, tidak,” kata Buya Yahya dalam sebuah kajian Islam ditayangkan di chanel Youtube Al-BahjahTV seperti dikutip, Minggu (26/7/2020).

Artinya jika ada yang misalnya sholat menggunakan sarung terlalu sempit atau lalu lutut orang itu terbuka sebagiannya dan terlihat dari samping, maka hal itu membatalkan sholatnya karena masuk katagori terbuka aurat.

Hal ini harus menjadi perhatian, terutama bagi orang sudah sepuh yang susah bergerak di mana kadang tanpa sadar terbuka auratnya.

 Baca juga: Laudya Chintya Bella hingga Ayana Moon, Ini 5 Seleb Cantik Berjilbab Bergo

Buya Yahya melanjutkan, jika kita melihat ada orang terbuka aurat saat sholat, hendaklah diberitahu secara baik-baik ke orang tersebut agar disempurkan menutup auratnya.

Aurat perempuan

Kemudian bagaimana jika perempuan sholat memakai mukena di bawah dagu, sehingga bagian dagunya terlihat bersama wajah?

Buya Yahya menilai dagu seharusnya bagian dari aurat perempuan yang harus ditutup saat sholat, karena dia bukan bagian dari wajah yang boleh dibuka.

“Dagu merupakan bagian atas leher, semestinya menjadi aurat bagi para perempuan, tentunya harus ditutupi dan ditarik mukenanya hingga menutupi sisi dagu. Kalau orang yang sudah sepuh, dan masih anak-anak masih bisa diampuni dan dimaklumi. Karena begitulah hukum yang dikatakan Imam Syafi’i,” kata Buya Yahya.

 

Jika ada orang awam atau sepuh yang terlihat di bagian dagunya hingga ke bawah tidak tertutupi mukena, diikutkan saja kepada mahzab Imam Malik, misalnya. Sama seperti saat muslimah mengenakan jilbab juga, ada keringanan untuk tidak sampai memakai jilbab pas di dagu.

Untuk batasan lainnya seperti tangan, telapak tangan dan atas bawah tangan, boleh terlihat, asalkan tidak lengan tangan yang terlihat. Dan untuk aurat bawahnya, kaki juga harus tetap tertutup sempurna.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini