Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Sebar Tenaga Medis dan Aktifkan RS di Mina

Saskia Rahma Nindita Putri , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2020 |16:27 WIB
Jelang Puncak Haji, Arab Saudi Sebar Tenaga Medis dan Aktifkan RS di Mina
Petugas membersihkan Kakbah jelang musim haji (Foto: Saudigazette)
A
A
A

SEJUMLAH rumah sakit, klinik dan staf medis mulai disiagakan di beberapa titik dekat tempat-tempat suci menjelang pelaksanaan haji 2020. Terkait perencanaan ibadah haji, kementerian setempat ingin memastikan kesehatan dan keselamatan para jamaah secara matang.

Yaitu dengan menyediakan rumah sakit di Mina, enam unit ambulans, tiga klinik untuk mengakomodasi dan klinik di Arafah, rumah sakit lapangan, serta rumah sakit keliling.

Tenaga medis secara teknis telah dipersiapkan untuk memastikan keselamatan para pendatang saat melakukan ibadah haji. Mereka akan sigap mengintensifkan persiapan untuk menangani penyakit seperti demam.

Sistem baru ini didistribusikan di semua situs suci dan telah terbukti mampu menurunkan suhu dari jamaah yang berkemungkinan menderita demam.

Dilansir dari laman Arab News, Senin (27/7/2020), para jamaah yang tiba di hotel-hotel di Makkah akan menerima perlengkapan khusus yang disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi berisikan masker, pakaian ihram, sajadah, tasbih, dan alat kebersihan pribadi lainnya seperti alat cukur, alat perawatan pribadi dan buku panduan haji.

Baca juga: Musim Haji, 16 Orang Ditangkap karena Menyusup ke Makkah

Asisten Komandan Pasukan Keamanan Haji untuk Masjidil Haram, Mayor Jenderal Mohammed bin Wasl Al-Ahmadi mengatakan, rencana pengamanan haji didasarkan pada empat pilar, yakni organisasi, keamanan, kemanusiaan dan perawatan kesehatan.

Pasukan Keamanan Haji telah menetapkan mekanisme baru untuk mengatur masuk dan keluar dari dan ke Masjidil Haram selama ibadah haji berlangsung.

Di antaranya adalah dengan memperluas jalur untuk jamaah dari selatan ke barat masjid, serta beberapa bagian khusus di sekitar wilayah tersebut dan juga sai. Puncak ibadah haji sendiri akan berlangsung pada Kamis, 30 Juli mendatang.

Sementara itu, tercatat lebih dari tiga juta reaksi berantai polymerase (PCR) telah diberlakukan di Arab Saudi untuk mendeteksi lebih awal penduduk yang terinfeksi.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan pada hari Minggu bahwa 57.216 tes PCR telah dilakukan dalam 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah tes yang dilakukan oleh Arab Saudi sebelumnya yang sejauh ini menjadi sebanyak 3.056.956 tes.

Sebanyak 1.968 kasus baru yang dikonfirmasi pada Minggu, menambah jumlah kasus positif yang telah dikonfirmasi sebelumnya hingga menjadi 266.941. Saat ini, terdapat 43.885 kasus aktif dengan 2.120 di antaranya berada di unit perawatan kritis. Dalam 24 jam terakhir dilaporkan tidak ada pasien baru yang dilaporkan dirawat di ICU.

Baca juga: Jamaah Haji Gelombang Pertama dari Qassim Tiba di Jeddah

Al-Hofuf mencatat jumlah tertinggi dengan 208 kasus yang dikonfirmasi, diikuti oleh Taif dengan 195 dan Riyadh dengan 126.

Sebanyak 2.541 kasus yang telah sembuh dilaporkan, meningkatkan jumlah pemulihan di Arab Saudi menjadi 220.323, dan tingkat pemulihan Kerajaan menjadi 82,5 persen. Sedangkan, terdapat 30 kematian baru akibat pandemi ini yang meningkatkan jumlah kematian total menjadi 2.733.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement