Masjid Istiqlal, Simbol Toleransi dan Keberagaman Indonesia

Salman Mardira, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 614 2252935 masjid-istiqlal-simbol-toleransi-dan-keberagaman-indonesia-3CotAZiWh8.jpg Masjid Istiqlal, Jakarta (Shutterstock)

MASJID Istiqlal akan segera dibuka dengan tampilan wajah baru yang lebih megah hasil renovasi besar-besaran pertama kali dalam 42 tahun terakhir. Masjid Negara yang terletak di Jakarta Pusat ini akan tetap jadi destinasi religi sekaligus simbol toleransi beragama.

“Renovasi besar dilakukan pada arsitektur masjid yang mencakup fasad, lantai, dinding, kusen, jendela, pintu, ruang wudhu, toilet dan kamar mandi. Sementara renovasi interior masjid dilakukan pada ruang salat utama, area VIP dan kantor pengurus masjid. Begitu juga instalasi solar panel pada atap selasar, tata pencahayaan interior dan eksterior, sampai pergantian signage gerbang, ruang luar dan interior,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Seluruh renovasi besar itu dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp475 miliar. Masjid Istiqlal memiliki luas area kawasan 91.629 meter persegi, dan luas bangunan masjid 80.948 meter persegi yang dapat menampung 200.000 orang,” sebut dia dalam akun Instagram @jokowi.

Baca juga: Pasca-Renovasi, Masjid Istiqlal Kini Punya Wajah Baru Lebih Wah!

Meski sudah kelar renovasinya, Masjid Istiqlal tetap tidak menggelar Sholat Idul Adha 1441 Hijriah, untuk mencegah membeludaknya jamaah sehingga menyulitkan mengatur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Masjid Istiqlal yang dibuka pertama kali sejak 1978 selama ini berdiri sebagai pusat keagamaan sekaligus simbol keberagaman Indonesia. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini letaknya bersebelahan dengan Gereja Katedral Jakarta.

 ilustrasi

Ruang Masjid Istiqlal sebelum direnovasi (atas) dan setelah direnovasi (bawah)

Kedua tempat ibadah kebanggaan ini menunjukkan kalau kedua umat beragama bisa bersatu, bertoleransi, tanpa mengusik keyakinan. Sikap saling menghormati dalam beribadah dan saat memperingati hari-hari besar keagamaan terus dipertahankan sampai kini.

Misalnya, pada Minggu 11 Agustus 2019, umat Islam di Tanah Air merayakan Idul Adha 1440 Hijriah. Masjid Istiqlal menggelar Sholat Id pada paginya dengan dihadiri puluhan bahkan seratusan ribu jamaah.

Di Gereja Katedral sayogianya tiap Minggu pagi ada ibadah Misa. Namun, karena waktunya bersamaan dengan Sholat Idul Adha, pengurus gereja sepakat menggeser jadwal Misa setelah pelaksanaan Salat Id di Masjid Istiqlal.

Baca juga: Kisah Raja Namrud Mengaku Tuhan, Membakar Nabi Ibrahim dan Mati Diserang Lalat

Menurut Humas Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta, Susyana Suwadie, ini sebagai bentuk dukungan penuh untuk menciptakan kehidupan toleransi dan hidup berdampingan yang amat harmonis antara Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal.

“Gereja Katedral Jakarta ingin turut serta memberikan bentuk nyata dukungan dalam hal mengatur jadwal Misa atau ibadat pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu 11 Agustus 2019,” kata Susyana kepada Okezone waktu itu.

Misa Minggu yang biasanya diadakan tiga kali pada pagi hingga siang yaitu pukul 06.00, 08.00 dan pukul 10.30 WIB, khusus pada Minggu itu diubah menjadi pukul 10.00 dan 12.00 WIB. Untuk Misa sore tetap seperti jadwal biasa.

“Pengaturan jadwal Misa ini guna memberikan keleluasaan bagi saudara-saudari yang akan melaksanakan Salat Idul Adha,” ujar Susyana.

Karena Masjid Istiqlal saat itu sudah mulai direnovasi, pengurus Katedral memberikan lahan sekitarnya untuk jadi tempat parkir kendaraan jamaah Sholat Idul Adha.

Sikap seperti ini memang bukan hal baru. Di mana saat umat Nasrani memperingati hari besarnya seperti Natal, pengurus Masjid Istiqlal juga memberikan area parkirnya untuk digunaan sebagai tempat parkir kendaraan jemaat Gereja Katedral.

Contohnya saat malam jelang Hari Raya Natal 2018. Umat Nasrani ramai ke Katedral untuk ibadah Misa. Pengelola Masjid Istiqlal pun memberikan lahannya digunakan sebagai parkir jemaat gereja.

“Itu sudah biasa setiap tahunnya, kami persilakan bagi jamaah untuk menggunakan lahan parkir di Masjid Istiqlal,” kata Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal Abu Hurairah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bukan hanya area parkir, fasilitas lain seperti toilet di Masjid Istiqlal juga bisa dipakai. “Mungkin bagi yang mau ke toilet silahkan, bagi yang mau isitirahat juga silahkan dan juga kalau ingin meminta bantuan petugas masjid untuk tak sungkan,” lanjut Abu Hurairah.

Pernah juga saat pelaksanaan ibadahnya berbarengan antara Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal, jamaah kedua rumah ibadah saling berbagi tempat parkir.

Misalnya pada Jumat 19 April 2019, umat Katolik melaksanakan ibadah Trihari Suci di Katedral dalam rangka Hari Paskah. Sedangkan dalam waktu bersamaan, warga Muslim Salat Jumat berjamaah di Istiqlal.

Saat itu, jemaat Katedral membeludak. Maka sebagian di antaranya memarkirkan kendaraannya di area Istiqlal yang memang sudah disediakan. Sementara jamaah Salat Jumat di Istiqlal sama sekali tak terganggu area parkir masjid digunakan jemaat gereja.

ilustrasi

Masjid Istiqlal bagian dalam (Okezone)

Mereka tetap saling menghormati kusyuk dengan ibadahnya masing-masing. Di Masjid Istiqlal, suara azan berkumandang lalu jamaah larut mendengar khotbah dilanjutkan salat Jumat. Dalam waktu bersamaan, di Katedral, lektor gereja membaca sabda Tuhan dari Alkitab lalu jemaat larut dengan nyanyian puji-pujian.

Presiden Jokowi dalam silaturahmi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebelumnya mengatakan, Istiqlal dan Katedral dibangun saling berdekatan oleh pendiri bangsa tujuannya untuk menunjukkan simbol persatuan Indonesia.

“Itu sebagai simbol, itu sebagai cermin, sebagai harapan kita semuanya untuk selalu hidup berdampingan, hidup rukun, hidup harmonis, hidup damai,” kata Jokowi.

Menjelang Idul Adha tahun lalu, pihak Gereja Katedral juga menyumbangkan seekor sapi untuk Masjid Istiqlal sebagai bentuk partisipasi kurban.

Sapi secara simbolis diserahkan pemimpin di Gereja Katedral Romo Hani Rudi Hartoko kepada Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal KH Asep Saepudin.

“Kita ikut partisipasi kurban satu ekor sapi, semangat solidaritas dan saling berbagi dalam kebersamaan dan persaudaraan. Hal yang biasa dan semestinya dalam hidup bertetangga sebagai sesama anak bangsa. Ikut membangun kebersamaan yang semakin baik,” ujar Romo Hani.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya