Idul Adha dan Kurban Jadi Bagian Penting Bulan Dzulhijjah

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 01 Agustus 2020 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 614 2255114 idul-adha-dan-kurban-jadi-bagian-penting-bulan-dzulhijjah-FQHjmpFhTt.jpg Ilustrasi Sholat Idul Adha. (Foto: Okezone)

KETUA Pengurus Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Robikin Emhas mengatakan Idul Adha adalah momentum yang diperingati di bulan Dzulhijjah. Di dalamnya terdapat dua hal yang penting untuk diperhatikan yakni ibadah haji dan kurban.

Baca juga: Jamaah Haji Tawaf Ifadah dengan Jaga Jarak Sesuai Protokol Covid-19 

"Ada dua hal; pertama adalah ibadah haji, dan yang kedua adalah kurban," katanya, seperti dikutip dari akun Instagram @robikinemhas, Jumat (31/7/2020).

Ia menerangkan, sebagaimana diketahui bahwa haji merupakan ibadah yang diperuntukkan bagi umat Islam. Baik mampu dari perjalanannya, kekuatan fisik, perekonomian, hingga mampu melakukan napak tilas tentang apa yang dilakukan Nabi Ibrahim Alaihissalam.

"Agar kita bisa mengokohkan ketaatan kita, kepatuhan, dan kepasrahan kita kepada Allah. Untuk apa? Pasrah, patuh, taat kepada Allah maka kita bisa melakukan peribadatan yang bersifat horizontal dimensi sosial yang baik," jelasnya.

Baca juga: Jamaah Haji Lempar Jumrah, Lanjut Tawaf Ifadah 

Sholat Idul Adha 1441H di Masjid JIC, Koja, Jakarta Utara. (Foto: Masjid JIC)

Kemudian kurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kiai Robikin menerangkan, terdapat salah satu hadis yang mengatakan, "Tidak ada hal yang aku sukai kata Allah, di momentum selain darah yang mengalir dari leher hewan yang disembelih berkurban."

Baca juga: Idul Adha di Tengah Pandemi, Jokowi Ajak Lebih Peduli Sesama 

Hewan kurban. (Foto: JIC)

"Kurban itu bukan tujuan, tapi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Yang Rahman Yang Rahim dan seterusnya. Maka dari itu harus memiliki dimensi sosial, tidak semata-mata karena daging dari hewan yang disembelih sebagai kurban, itu dibagikan kepada orang lain tidak cukup,” terangnya.

Ia mengingatkan bahwa itu semua pelajaran di dalam kehidupan. Pelayanan terhadap warga merupakan hikmah yang harus diletakan sebagai bagian dari ketaatan, kepatuhan, dan kepasrahan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Baca juga: KH Ma'ruf Amin: Mari Ambil Ibrah dari Pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini