Uniknya Tukang Cukur di Mina Berpenampilan seperti Petugas Medis

Rizka Diputra, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 614 2256045 uniknya-tukang-cukur-di-mina-berpenampilan-seperti-petugas-medis-awb6QzQ3iM.JPG Tukang cukur di Mina berpenampilan seperti petugas medis (Foto: Saudigazette)

PARA jamaah haji tahun ini benar-benar menikmati tempat pangkas rambut atau barbershop di Mina. Pasalnya, para staf barbershop yang bertugas di sana sangat profesional karena mereka dipilih dari salon bintang lima yang terletak di area Haram Tengah di Kota Makkah.

Barbershop paling laris manis di penghujung ritual ibadah haji karena para jamaah hendak melakukan tahalul. Ya, tahalul atau prosesi memotong rambut adalah tanda seseorang telah melakukan seluruh rangkaian ibadah haji. para jamaah haji dianjurkan untuk menggunting sebagian rambut kepala sebagai penyempurna ibadah yang dilakukannya.

Salah satu tukang cukur yang bertugas di barbershop Mina, Muhammad mengaku merasa terhormat terpilih melayani jamaah haji dalam prosesi tahalul ini. Terlebih, pelaksanaan ibadah haji tahun ini sangatlah unik karea digelar di tengah pandemi global virus corona atau Covid-19.

"Kami dipilih untuk bekerja di situs suci Mina setelah menjalani pemeriksaan yang diperlukan termasuk tes swab dan memperoleh sertifikat kesehatan, selain membuktikan keterampilan kami dalam hal kesempurnaan dan kecepatan dalam melakukan pekerjaan kami," kata Muhammad Othman, salah satu tukang cukur, dilansir dari laman Saudigazette, Senin (3/8/2020).

Ada lima salon di Mina, termasuk empat yang bekerja sepanjang waktu. Sedangkan salon yang kelima disiapkan sebagai cadangan. Muhammad awalnya dikira sebagai staf Departemen Kesehatan, karena penampilan dan kostum yang ia kenakan lengkap dengan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga: Perjalanan Mualaf Istri Uya Kuya, Mukena Sempat Dibuang Ibunda karena Kecewa

Tetapi identitas profesinya sebagai tukang cukur menjadi jelas ketika dia memasuki salon setelah seorang peziarah masuk untuk mencukur rambutnya. Salon ini disebut "Salaam," yang berarti kedamaian, karena mewakili suasana tenang yang ada di dalamnya.

Di tempat itu, baik Muhammad dan peziarah haji terlihat mengenakan masker dan sarung tangan. Jarak antara dua kursi di salon tersebut benar-benar sejalan dengan protokol yang disetujui oleh Departemen Kesehatan Arab Saudi.

Tindakan pencegahan yang dilakukan oleh kedua penata rambut di salon menunjukkan seolah-olah mereka berada di ruang operasi. Mereka membersihkan seluruh ruangan setelah menyelesaikan cukur atau memotong rambut setiap peziarah.

Muhammad bersyukur memiliki kesempatan untuk bekerja di Mina selama musim haji terakhir. “Kehadiran pejabat yang luar biasa dari Kementerian Kesehatan adalah fitur lain dari haji tahun ini. Pejabat yang berbeda sering mengunjungi salon dan menindaklanjutinya sepanjang hari," tuturnya.

"Dari jam delapan pagi sampai jam lima sore, kami menerima tujuh pejabat yang ingin memastikan bahwa kami sepenuhnya mematuhi tindakan pencegahan kesehatan," tutupnya.

Sekadar diketahui, tahalul sendiri secara syar’i berarti keadaan seseorang yang telah dihalalkan (dibolehkan) melakukan perbuatan yang sebelumnya dilarang selama berihram. Jadi, tahalul bukan sekadar mencukur rambut semata. Dari jenisnya ada dua macam tahalul, yaitu tahalul awal (syuhra) dan tahalul akhir (kubra).

Tahalul syuhra sudah bisa dilakukan jika seorang calon jamaah haji telah melaksanakan dua dari tiga hal, yakni melontar jumrah aqobah, tawaf Ifadhah dan sa’i. Bila seorang calon jamaah haji sudah tahalul awal, maka boleh melepas kain ihramnya dan telah terbebas dari larangan-larangan ihram kecuali melakukan hubungan suami-istri.

Secara teknis, tahalul awal bisa dilakukan dengan dua cara yaitu usai mabit di Muzdalifah lantas melempar jumrah Aqobah kemudian memotong rambut atau melaksanakan tawaf ifadhah dan sa’i lalu mencukur rambut.

Adapun tahalul kubra ialah keadaan seseorang yang telah melakukan tiga perbuatan, yaitu melempar jumrah aqobah, bercukur, tawaf Ifadhah dan sa’i. Jika tahalul kubra sudah dilaksanakan, maka jamaah haji telah terbebas dari semua larangan ihram termasuk berhubungan suami istri. Dan, dengan demikian paripurna sudah ritual haji yang dilakukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini