6 Keutamaan Sedekah Diam-Diam, Salah Satunya Menyelamatkan dari Neraka

Hantoro, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 330 2257438 6-keutamaan-sedekah-diam-diam-salah-satunya-menyelamatkan-dari-siksa-neraka-xeNXUjo1T0.jpeg Ilustrasi sedekah. (Foto: Shutterstock)

SEDEKAH sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang sedang memiliki kelapangan ataupun tidak. Sebab di balik sedekah terdapat keutamaan besar yang bisa diraih.

Mengeluarkan sedekah juga mencerminkan keimanan seorang Muslim. Mereka yang ridho memberikan harta benda atau sebagainya kepada pihak lain maka mendahulukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang membuat balasan lebih besar dari Allah Ta'ala kepada hamba-Nya.

Baca juga: Kisah Pedagang Ikhlas Sedekah, Langsung Kaya Raya Berkat Mutiara di Perut Ikan 

Sedekah dapat dilakukan secara diam-diam atau rahasia. Langkah ini diambil untuk menghindari sifat riya yang bisa berdampak negatif.

Adapun melakukan sedekah dengan cara diam-diam memiliki enam keutamaan. Berikut ini penjelasannya dari Ustadz Ari Wahyudi, sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id, Rabu (5/8/2020).

1. Allah pasti mengganti dengan lebih baik

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُهُ

"Apa pun infak yang kalian berikan atau nadzar apa pun yang kalian canangkan, sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS Al Baqarah: 270)

Kemudian Allah Ta'ala juga berfirman:

وَمَا أَنفَقْتُم مِّن شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

"Apa pun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya, dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezke." (QS Saba’: 39)

2. Mendapat naungan Allah pada hari kiamat

Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

"Ada tujuh golongan orang yang akan diberi naungan oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan dari-Nya. (1) Seorang pemimpin yang adil. (2) Seorang pemuda yang tumbuh dalam (ketaatan) beribadah kepada Allah Azza wa jalla. (3) Seorang lelaki yang hatinya bergantung di masjid-masjid. (4) Dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah, mereka berdua bertemu dan berpisah karena-Nya. (5) Seorang lelaki yang diajak oleh seorang perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan lalu dia berkata, 'Aku takut kepada Allah.' (6) Seorang lelaki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi, sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya. (7) Dan seorang lelaki yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu mengalirlah air matanya." (HR Bukhari dan Muslim, lihat Shahih At-Targhib 1/531)

Baca juga: Hobi Sedekahkan Siomay, Sri Bisa Beli Mobil hingga Pergi Haji 

3. Memadamkan kemurkaan Allah

Dari Mu'awiyah bin Haidah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb (Allah) Tabaroka wa ta'ala." (HR Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, lihat Shahih At-Targhib 1/532)

4. Menyelamatkan dari siksa neraka

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya orang-orang yang pertama kali diadili pada hari kiamat adalah: (1) Seorang lelaki yang berjuang mencari mati syahid. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, 'Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?' Dia menjawab, 'Aku berperang di jalan-Mu sampai aku menemui mati syahid.' Allah menimpali jawabannya, 'Kamu dusta. Sebenarnya kamu berperang agar disebut-sebut sebagai pemberani, dan sebutan itu telah kamu peroleh di dunia.' Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka. (2) Seorang lelaki yang menimba ilmu dan mengajarkannya serta pandai membaca/menghafal Alquran. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, 'Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?' Dia menjawab, 'Aku menimba ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca/menghafal Alquran di jalan-Mu.' Allah menimpali jawabannya, 'Kamu dusta. Sebenarnya kamu menimba ilmu agar disebut-sebut sebagai orang alim, dan kamu membaca Alquran agar disebut sebagai qari. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.' Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka. (3) Seorang lelaki yang diberi kelapangan oleh Allah serta mendapatkan karunia berupa segala macam bentuk harta. Lalu dia dihadirkan dan ditunjukkan kepadanya nikmat-nikmat yang sekiranya akan diperolehnya, sehingga dia pun bisa mengenalinya. Allah bertanya kepadanya, 'Apa yang telah kamu lakukan untuk mendapatkan itu semua?' Dia menjawab, 'Tidak ada satu pun kesempatan yang Engkau cintai agar hamba-Mu berinfak padanya melainkan aku telah berinfak padanya untuk mencari ridha-Mu.' Allah menimpali jawabannya, 'Kamu dusta. Sesungguhnya kamu berinfak hanya demi mendapatkan sebutan sebagai orang yang dermawan. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan di dunia.' Kemudian Allah memerintahkan malaikat untuk menyeretnya dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dia dilemparkan ke dalam api neraka." (HR Muslim)

5. Meraih ketulusan amal

Abu Turab rahimahullah mengatakan, "Apabila seorang hamba bersikap tulus/jujur dalam amalannya niscaya dia akan merasakan kelezatan amal itu sebelum melakukannya. Dan apabila seorang hamba ikhlas dalam beramal, niscaya dia akan merasakan kelezatan amal itu di saat sedang melakukannya." (Lihat Ta’thir al-Anfas halaman 594)

Abul Aliyah berkata, "Para Sahabat Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpesan kepadaku, 'Janganlah kamu beramal untuk selain Allah. Karena hal itu akan membuat Allah menyandarkan hatimu kepada orang yang kamu beramal karenanya'." (Lihat Ta’thirul Anfas halaman 568)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, "Barang siapa yang membiasakan dirinya untuk beramal ikhlas karena Allah niscaya tidak ada sesuatu yang lebih berat baginya daripada beramal untuk selain-Nya. Dan barang siapa yang membiasakan dirinya untuk memuaskan hawa nafsu dan ambisinya maka tidak ada sesuatu yang lebih berat baginya daripada ikhlas dan beramal untuk Allah." (Lihat Ma’alim Fi Thariq al-Ishlah halaman 7)

Baca juga: 4 Hikmah Bersedekah Sesuai Hadis Nabi Muhammad 

6. Jalan meraih keikhlasan

Sufyan bin Uyainah berkata, "Abu Hazim rahimahullah berkata, 'Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu lebih daripada kesungguhanmu dalam menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu'." (Lihat Ta’thirul Anfas halaman 231)

Al Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, "Ilmu dan amal terbaik adalah yang tersembunyi dari pandangan manusia." (Lihat Ta’thirul Anfas halaman 231)

Ibrahim At-Taimi rahimahullah berkata, "Orang yang ikhlas adalah yang berusaha menyembunyikan kebaikan-kebaikannya sebagaimana dia suka menyembunyikan kejelekan-kejelakannya." (Lihat Ta’thirul Anfas halaman 252)

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah mengatakan, "Meninggalkan amal karena manusia adalah riya’ sedangkan beramal untuk dipersembahkan kepada manusia merupakan kemusyrikan. Adapun ikhlas itu adalah tatkala Allah menyelamatkan dirimu dari keduanya." (Lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim halaman 8)

Wallahu a’lam bishawab.

Baca juga: Alya Sembuh dari Penyakit Lupus karena Sedekah 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini