Ayo Semangat Menuntut Ilmu, Allah Akan Mudahkan Jalan Menuju Surga

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 330 2257818 ayo-semangat-menuntut-ilmu-allah-akan-mudahkan-jalan-menuju-surga-NId70oyhln.jpg Ilustrasi Muslimin. (Foto: Unsplash)

DI saat pandemi virus corona (covid-19) ini banyak Muslim mendapat waktu lebih di rumah. Keluangan waktu tersebut bisa digunakan untuk meraih pahala sebagai bekal di akhirat kelak.

Dengan waktu yang lama di rumah, kaum Muslimin bisa melakukan banyak hal, seperti mengaji, menghafal Alquran, mendegarkan kajian, hingga membedah buku. Apa pun yang menghasilkan ilmu, Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberikan jaminan jalan menuju surga bagi para hamba-Nya.

Baca juga: Waspadai Bisikan Setan: Usik Waktu Sholat, Mudahkan Nongkrong 

"Contohnya di mana pun tempatnya bisa kita dapatkan ilmu. Di sekolah, di masjid, majelis, jalan, atau di rumah asalkan itu adalah jalan menuntut ilmu, kita dengarkan ilmu tersebut. Tiada hari tanpa menuntut ilmu," papar Ustadz Dr Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Kamis (6/8/2020).

Hadis dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim)

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, sebagai umat yang memiliki akal, manusia butuh pengetahuan.

Baca juga: Hikmah Orang Berilmu, Semut hingga Ikan Memintakan Rahmat 

Di dalam hadis tersebut disampaikan bahwa bagi mereka yang menuntut ilmu akan diganjar surga asalkan menjalankannya dengan ikhlas dan istiqamah dalam belajar dari sumber ke sumber berikutnya.

"Metode yang dianggap ampuh adalah dengan membedah buku. Habis buku satu, bedah buku lainnya. Di media sosial ini gunakan metode tersebut, hanya saja banyak ikhwan dan akhwat yang salah mengartikannya dan belum paham dengan melihat cuplikan sekitar 2 atau 3 menit ia sudah mendengarkan ceramah, padahal kajian itu bisa sampai 1 jam bahkan 2 jam," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Berprasangka Baik kepada Allah Ta'ala, Jaminan Bahagia Dunia-Akhirat 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini