Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa berdoa memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan para nabi padahal dia bukan seorang nabi atau memohon sesuatu yang menjadi keistimewaan Allah Subhanahu wa ta'ala termasuk berlebihan dalam berdoa. Seperti memohon agar dia menjadi perantara untuk permohonan hamba kepada Allah atau memohon agar dia diberi kemampuan untuk bisa mengetahui segala sesuatu atau berkuasa atas segala sesuatu atau memohon agar diperlihatkan ilmu gaib atau berdoa dengan berkeyakinan bahwa Allah Ta'ala membutuhkan doanya atau semua hamba Allah Ta'ala akan mendapat marabahaya bila dia tidak berdoa atau semisalnya. Semua itu akibat dari kebodohan terhadap hak Allah Ta'ala dan berlebihan dalam berdoa. (Majmu Fatawa)
Termasuk berlebihan dalam berdoa seperti yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu bahwa ada seseorang datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan berkata: "Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad dan janganlah Engkau memberi rahmat-Mu kepada selain kami, lalu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bertanya: 'Siapa yang mengucapkan doa tersebut?' Orang itu berkata: 'Saya.' Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 'Kamu telah menghalangi kebaikan untuk orang banyak'." (Musnad Imam Ahmad)
Baca juga: Jangan Pernah Berhenti Berdoa kepada Allah Sekalipun Belum Terkabul
Imam Al Albani berkata bahwa makna hadis tersebut adalah menghalangi rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala untuk para makhluk-Nya dan demikian itu tidak mungkin karena Allah berfirman:
۞ وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ ۖ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
"Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau. Allah berfirman: Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami." (QS Al A'raf: 156)

Doa tersebut diucapkan oleh seseorang badui karena kejahilan dan baru mengenal Islam. Seharusnya seseorang berdoa untuk dirinya dan teman-temannya agar pahalanya bertambah. (Fathur Rabbani)
Baca juga: Amalkan Doa Ini Usai Sholat agar Terlindung dari Wabah dan Musibah
Dikutip dari Kitab 'Tazkiyatun Nafs' Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dijelaskan bahwa makna hadis tersebut menunjukkan dua perkara:
1. Sesuatu yang dicintai Allah Subhanahu wa ta'ala yaitu berdoa dengan penuh rendah diri dan suara yang pelan.
2. Sesuatu yang dibenci Allah Subhanahu wa ta'ala dan dimurkai-Nya yaitu berlebihan. Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memerintahkan dengan sesuatu yang Dia cintai dan memberikan peringatan pada sesuatu yang tidak Dia sukai.
Wallahu a'lam bishawab.
(Hantoro)