NIFAK atau munafik adalah orang yang berpura-pura mengikuti ajaran agama Islam, tetapi sebenarnya hati mereka memungkirinya. Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah mengingatkan setiap Muslim akan bahaya sifat munafik. Penyakit ini selain mencelakai diri sendiri juga membawa keburukan bagi orang lain.
Dalam hadis yang diriwayatkan dari Sahabat Abdullah bin Amr Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
"Terdapat 4 perkara yang jika semuanya ada pada diri seseorang, maka jadilah dia orang munafik tulen (maksudnya akan mengantarkan kepada nifak akbar, pen) dan jika ada pada dirinya salah satunya maka dia memiliki sifat kemunafikan sampai meninggalkannya, (yaitu): (1) jika berbicara, dia berdusta; (2) jika membuat perjanjian, dia melanggarnya; (3) jika membuat janji (untuk berbuat baik kepada orang lain, pen), dia menyelisihi janjinya; dan (4) jika bertengkar (berdebat), dia melampaui batas." (HR Bukhari nomor 34 dan Muslim nomor 59, lafaz hadits ini milik Bukhari)
Baca juga: Tiga Cara Rasulullah Mengatasi Orang Munafik
Sebagaimana dikutip dari Sindonews, Kamis (13/8/2020), rincian ciri-ciri orang munaik tersebut adalah:
1. Jika berbicara dia berdusta
Agama Islam melarang keras bagi umatnya untuk berdusta karena tindakan ini jelas memberi kerugian dan lebih banyak mudharatnya. Berdusta adalah suatu tindakan tercela yang dibenci manusia dan juga oleh agama.
Sikap berdusta termasuk penyakit yang dapat merusak jiwa pelakunya. Mereka diliputi penyakit di dalam hatinya, seperti dendam, hasad, dengki, ragu-ragu, dan penyakit jiwa lainnya. Maka sikap ini harus diobati dengan meyakini siksaan Allah Subhanahu wa ta'ala bagi seorang pembohong atau pendusta.
Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan umatnya berkata yang baik, yaitu jujur dalam memberitakan sesuatu sesuai hakikatnya. Berdusta termasuk salah satu perbuatan terkutuk, tercela, dan termasuk deretan dosa-dosa besar.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
قُتِلَ ٱلۡخَرَّٲصُونَ
"Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta." (QS Adz-Dzariyat (51) Ayat 10)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abdullah. Ia berkata bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seorang senantiasa berbohong dan memilih bohong sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pembohong." (HR Bukhari)
Baca juga: Dua Cara Allah Mengatasi Orang Munafik
2. Jika berjanji dia mengingkari
Sebagian orang sangat mudah untuk membuat janji, namun mudah pula mengingkarinya. Pada awalnya ia berniat menepati janji tersebut, tetapi di tengah jalan berbalik, lalu mengingkarinya tanpa alasan yang dibenarkan secara syariat. Tindakan semacam ini termasuk dosa lisan, dan merupakan salah satu tanda kemunafikan.
Menepati janji hukumnya wajib, artinya ketika membuat sebuah janji maka harus ditepati yang telah diucapkan. Seseorang yang ingkar janji tidak bisa memegang perkataannya sendiri dan tidak pernah menepati janji yang sudah diberikan ke banyak orang.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً
"Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya." (QS Al-Isra 34)