Jawahir Roble, Muslimah Wasit yang Berharap Menembus Premier League

Yudistira, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 21:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 614 2261854 jawahir-roble-muslimah-wasit-yang-berharap-menembus-premier-league-hxiNwv2Yhc.jpg Jawahir Roble, wasit muslimah pertama di sepak bola Inggris (The Guardian)

JAWAHIR Roble menjadi harapan para perempuan Muslim Inggris untuk turut andil dalam pertandingan sepakbola Liga Primer (Premier League). Pasalnya, ia kini menjadi Muslimah wasit pertama di kompetisi sepakbola Negeri Ratu Elisabeth tersebut.

Jawahir Roble pun memiliki lisensi The Football Association (FA) atau Asosiasi Sepakbola Inggris.

Jawahir Roble pindah ke Inggris bersama orangtuanya ketika berusia 10 tahun saat terjadi peperangan di Somalia. Mereka menempati sebuah bangunan di Wembley, London.

Baca juga:  Wajib Tahu, Ini 6 Olahraga Menghibur yang Dicontohkan Rasulullah

Dia mengatakan bahwa sepakbola membantunya bertemu teman-teman di sebuah komunitas, padahal saat itu tidak mahir berbahasa Inggris.

"Kamu tidak membutuhkan kecakapan bahasa setiap orang untuk bermain sepakbola," ungkapnya kepada Press Asociations Jamie Gardnerr, dikutip dari Standard, Kamis (13/8/2020).

"Sepakbola telah membawa saya ke banyak hal. Dia telah menumbuhkan saya sebagai manusia. Biasanya saya mengalami kesulitan dalam komunikasi, yang pada akhirnya memaksa saya untuk mempelajari bahasa. Hal itulah yang pada akhirnya menjadikan teman-teman saya saat mengajak untuk bermain melakukan komunikasi lewat gestur tubuh. Dan saya hanya bisa menjawab: 'Iya ayo bermain'," ucapnya.

Roble berkeinginan menjadi pemain sepakbola profesional. Akan tetapi harapan tersebut pupus manakala kedua orangtuanya tidak mendukung.

Dia pantang menyerah dan percaya terhadap kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, dia akhirnya menjadi seorang wasit.

 

"Saya mulai menjadi sukarelawan di sebuah klub lokal. Suatu hari saya meminta untuk ditempatkan di liga lokal perempuan. Ternyata mereka tidak memiliki wasit yang memadai. Akhirnya saya diminta mereka untuk menjadi wasit sukarela," terangnya.

"Saat itu adalah Sabtu yang menyenangkan. Saya hanya pergi untuk melakukan pertandingan. Saya sangat mencintai sepakbola dan juga segala peraturan di dalamnya. Saya mempelajari kemampuan para wasit yang lain dan saya merasa bangga diberi kesempatan tersebut. Karena sewaktu-waktu kita memang harus memberikan sebuah kesempatan."

"Saya berencana menjadi pemain sepakbola profesional, dan ternyata beberapa tahun kemudian saya bisa menjadi wasit perempuan yang hal tersebut tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Tapi saya bangga hal tersebut bisa terjadi dalam kehidupan saya."

Saat ini Roble berharap menjadi wasit perempuan dalam Liga Primer, atau suatu saat menjadi wasit Liga Super Wanita.

"Saya telah meningkatkan kemampuan saya. Saya juga telah berhasil menurunkan berat badan hingga tulang pipi saya terlihat. Sepertinya dunia telah merestui saya karena mampu melampaui itu semua."

"Saya sangat bersyukur. Saya perempuan berkulit hitam dan juga seorang Muslim. Saya tidak khawatir apabila suatu saat menemukan sebuah insiden. Suatu hari orangtua saya berkata: 'Ref, seseorang telah mendiskriminasi dirimu, dan kamu harus berani menghadapinya.' Akan tetapi dalam babak ini justru saya merasa menjadi orang yang sangat beruntung," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini