Ustadz Hanan Attaki Beberkan 4 Cara Ini untuk Menggapai Keinginan

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Selasa 18 Agustus 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 18 330 2263844 ustadz-hanan-attaki-beberkan-4-cara-ini-untuk-menggapai-keinginan-Mbv0dTgbpQ.jpg Ustadz Hanan Attaki. (Foto: Instagram @hanan_attaki)

SETIAP manusia pasti memiliki mimpi yang ingin dicapai dalam hidupnya. Keinginan tersebut boleh saja diraih, namun harus yang baik dan sesuai syariat Islam. Lelu keinginan tersebut hendaknya bisa mengantarkan umat Islam menuju sukses di dunia dan akhirat.

Ustadz Hanan Attaki menjelaskan, impian atau harapan adalah sesuatu yang sangat melekat dalam diri setiap manusia. Dalam Islam, memiliki sebuah harapan, cita-cita, atau mimpi merupakan sebuah kebaikan.

"Yang terpenting hal tersebut tetap berada dalam jalan kebaikan, dengan usaha keras, dan selalu melibatkan Allah Subhanahu wa ta’ala," terangnya, dikutip dari akun Youtube-nya, Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Ini yang Islam Ajarkan Supaya Tidak Berlarut-larut dalam Kesedihan 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللهِ إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ

"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra’d: 11)

Ustadz Hanan Attaki menjelaskan ada alur tertentu jika ingin mendapatkan sesuatu, yakni:

1. Minta pendapat Allah Subhanahu wa ta’ala

Hal ini disebut istikharah. Dalam konteks ini istikharah bukan sekadar sholat dua rakaat. Secara ritual istikharah merupakan sholat dua rakaat, namun secara nilai tentang bergantung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Untaian permohonan dan keinginan untuk mendapatkan hal yang terbaik dengan merendahkan diri di hadapan Allah Ta'ala. Kemudian Allah Ta’ala-lah yang berhak memutuskan bagaimana jalan hidup atau takdir hamba-Nya sesuai kehendak-Nya.

Ilustrasi berdoa. (Foto: Shutterstock)

2. Jawaban Allah Ta'ala melalui lisan orang yang terjaga

Setelah meminta pendapat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atau istikharah, maka nanti Allah Ta'ala akan menitipkan jawaban-Nya melalui istisyarah. Istisyarah yaitu meminta nasihat orang-orang yang lebih paham, seperti ulama, kiai, ustadz, guru, ataupun orang yang memiliki pengalaman dalam urusan yang diinginkan. Biasanya Allah akan menitipkan jawaban-Nya kepada mereka itu yang memiliki lisan-lisan terjaga.

"Allah mengatakan bahwa wali-wali Allah itu ketika dia sudah dekat dengan Allah maka Allah-lah yang menjadi pendengarannya dan penglihatannya. Maksudnya adalah apa yang dia dengar dan lihat itu sesuai apa yang Allah inginkan dan Allah ridhoi," tutur Ustadz Hanan Attaki.

Jadi jika kita ingin tahu titipan pesan dari Allah Subhanahu wa ta’ala maka bertanya atau meminta nasihat-lah kepada orang-orang tersebut, orang-orang salih yang lisannya terjaga. Istikharah lebih disukai jika diimbangi dengan istisyarah. Dengan istisyarah akan ada pendapat-pendapat yang membantu memberi perspektif lebih luas dari pandangan kita yang terbatas. Namun istikharah dan istisyarah tidak harus berurutan, bisa yang mana yang memungkinkan lebih dahulu.

Baca juga: Jangan Pernah Lelah Bertobat Meski Maksiat Terus Berulang 

3. Minta pendapat ulama

Hal ini disebut istifta atau meminta fatwa. Orang yang pertama pemberi fatwa di dalam Islam ialah Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam. Beliau memberi fatwa terhadap segala permasalahan yang timbul atau terjadi berdasarkan wahyu dari Allah Subhanahu wa ta'ala berdasarkan firman Allah Ta'ala dalam Surah An-Nisa Ayat 59 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Alquran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

Untuk sekarang mendapatkan fatwa harus dari ulama, berbeda dengan istisyarah yang bisa didapatkan dari orang-orang yang salih yang lisannya terjaga.

4. Tetap on the track

Selanjutnya adalah istikamah, Ustadz Hanan Attaki menjelaskan bahwa istikamah bukan berarti konsisten, tetapi berarti komitmen, yaitu tetap on the track apa pun yang terjadi, tidak keluar dari garis di jalan Allah Ta'ala yang telah dilalui.

Dari sini bisa dipahami bahwa istikamah adalah sikap teguh pendirian dan siap menerima risiko apa pun yang diakibatkan. "Jika kita komitmen (istikamah) maka Allah pasti akan bantu. Malaikat turun kemudian membantunya, menolongnya, dan Allah menjauhkannya dari musuh," ujarnya.

Baca juga: Tamak Ternyata Ada yang Diperbolehkan Lho, Ini Penjelasannya 

Inilah empat cara untuk sampai pada kebaikan yang diinginkan yaitu istikharah, istisyarah, istifta, dan istikamah. Bisa kalian praktikan, maka insya Allah apa yang kita inginkan atau impikan akan terwujud.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini