Rapper Cilik Palestina Suarakan Kejahatan Perang via Musik

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 614 2267592 rapper-cilik-palestina-suarakan-kejahatan-perang-via-musik-jgajLgnaCk.jpg Gaza Abdulrahmad Al-Santhi, rapper cilik Palestina (Memo)

RAPPER bernama Gaza Abdulrahman Al-Shanti baru berusia 11 tahun, tetapi syairnya dalam musik rap tentang perang dan kesulitan di Palestina telah memukau ribuan orang.

Lagunya disampaikan dalam Bahasa Inggris apa yang dia sebut sebagai "pesan perdamaian dan kemanusiaan".

Video rap Al-Shanti di luar sekolahnya di Kota Gaza serta dikelilingi oleh teman sekelas yang mengenakan seragam yang seras, telah ditonton ratusan ribu orang di media sosial dan bahkan dibagikan oleh rapper terkenal Inggris, Lowkey.

Baca juga: Makna Allah Maha Mendengar dalam Asmaul Husna, Yuk Simak

Mengutip laporan Middle East Monitor, Rabu (26/8/2020), meskipun Bahasa Arab adalah bahasa pertamanya, Al-Shanti melakukan rap dalam Bahasa Inggris yang fasih dan tidak beraksen. Sebuah keterampilan yang menurutnya sudah diasah setelah mendengarkan rapper Amerika termasuk Eminem, Tupac dan DJ Khaled.

“Saya ingin seperti Eminem - tidak meniru gayanya, saya punya gaya sendiri. Tapi dia adalah rapper favorit saya, ”katanya kepada Reuters sambil menulis lirik dan menyusun ketukan rap melalui aplikasi di ponselnya.

“Saya di sini untuk memberi tahu Anda bahwa hidup kami sulit. Kami mendapat jalan rusak dan bom di halaman, "demikian lirik lagunya" utusan Gaza ", mengacu pada tiga perang menghancurkan Israel yang diluncurkan terhadap daerah kantong yang terkepung.

Dalam salah satu lagunya "Damai", Al-Shanti membangkitkan momen dari perang Israel di Gaza pada 2008-2009, dijuluki "Operasi Cast Lead".

“Saya lahir di Kota Gaza, dan hal pertama yang saya dengar adalah suara tembakan. Dalam napas pertama saya, saya mencicipi bubuk mesiu, ”kata liriknya.

Al-Shanti berharap untuk menjelaskan tantangan yang ditimbulkan di Gaza oleh blokade Israel yang melumpuhkan yang diberlakukan di wilayah itu sejak 2007.

(sal)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini