3 Penyebab Hati Manusia Menjadi Keras, Apa Saja?

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Rabu 02 September 2020 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 330 2271617 3-penyebab-hati-manusia-menjadi-keras-apa-saja-Sh1fGc4Wsn.jpg ilustrasi (stutterstock)

HATI yang keras dapat terjadi karena kemaksiatan yang dilakukan secara terus menerus. Hati yang mengeras menjadi tanda bahwa ia memiliki banyak penyakit hati, sehingga Allah menutup hatinya untuk hal-hal kebaikan.

Allah akan menutup hati orang-orang yang tidak taat dan terus melakukan dosa. Sehingga ketika kebenaran atau nasihat datang, maka ia akan menolaknya dan terus mengikuti hawa nafsunya.

Baca juga:  Ayana Moon hingga Daud Kim, Ini 5 Artis Korea Mualaf

Berikut hal-hal yang bikin hati menjadi keras seperti dijelaskan oleh penceramah Ustadz Didi Supardi dalam program Cahaya Hati di iNews TV:

1. Perbuatan Dosa

Dosa bukan hanya akan menuai siksaan pada hari akhirat, tapi juga membuat cahaya hati tertutup, kecuali ia bertobat.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan sabdanya, "Jika seorang manusia melakukan sebuah dosa, maka manusia itu telah menorehkan noda hitam di dalam hatinya."

Manusia yang kembali bertobat dengan sungguh-sungguh dan beristighfar maka hatinya akan menjadi bersih dan bercahaya. Kemudian, jika manusia kembali berbuat dosa maka noda hitamnya akan terus bertambah.

Akhirnya akan timbul penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, tukang adu domba, suka mencela, ujub, dan lain-lain.

Baca juga:  Hakikat Perjalanan Hidup Manusia dari Alam Dzar hingga Akhirat

Lambat laun jika dibiarkan maka hati akan mengeras sehingga ia akan sulit menerima nasihat kebenaran dan malas untuk beribadah kepadaNya.

Allah berfirman dalam Alquran Surat az-Zumar (39) : 22:

Artinya: "Maka apakah orang - orang yang Dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhan-nya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

2. Makanan yang Haram

Di dunia ini, Allah sudah menyiapkan berbagai macam jenis makanan halal dan baik. Tapi, masih ada manusia justru suka dengan yang haram. Memakan yang haram akan membuat mata hati tertutup dan menyulitkan manusia untuk beribadah.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits, "Barangsiapa yang memakan makanan haram, maka seluruh anggota tubuhnya akan terbawa untuk berbuat maksiat."

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam Alquran Surah al-Baqarah (2) ayat 172 – 173:

Ayat 172, artinya "Wahai orang - orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami Berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."

Ayat 173, artinya. "Sesungguhnya Dia hanya Mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

3. Malas Beribadah

Orang memiliki penyakit hati akan malas beribadah. Hal ini dikarenakan perbuatan maksiat yang membuat noda hitam menyelimuti hatinya. Apabila hal tersebut sedang terjadi, maka beristighfarlah sebanyak - banyaknya dan berdoa agar dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk.

Allah berfirman dalam Alquran surat an - Nisa (4) : 69:

Artinya: "Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang Diberikan nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

"Ulama mengatakan bahwa penyebab hati menjadi keras adalah banyak berbicara atau cerewet," ujar Ustadz Didi Supardi.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberikan nasihat kepada Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, "Janganlah banyak tertawa. Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati." (HR. Tirmidzi)

Hati yang keras dapat diobati dengan bertobat nasuha dan benar-benar akan kembali kepada jalan takwa. Ingatlah sebaik-baik manusia adalah yang selalu bertaubat apabila melakukan kesalahan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini