Strategi Menasihati dan Dinasihati Agar Mudah Diamalkan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 30 November 2020 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 330 2318784 strategi-menasihati-dan-dinasihati-agar-mudah-diamalkan-zPUaQqe459.jpg Saling nasihat-menasihati sangat dianjurkan dalam Islam. (Foto: Shuterstock)

JAKARTA - Memberi nasihat itu mudah. Hampir semua orang mampu memberi nasihat. Yang sulit itu mengamalkan nasihat bagi pemberi nasihat maupun yang dinasihati.

Ustaz Badrusalam dalam Hijrah App dikutip pada Senin (30/11/2020) mengatakan bahwa pemberi nasihat harus menjaga dua perkara:

Baca Juga: Tugas Ayah kepada Anak Gadisnya Tak Hanya Pendidikan, Juga Carikan Jodoh Soleh

1. Keikhlasan ketika memberi nasihat.

Tidak berharap ingin disanjung atau pujian lainnya. Terlebih di media sosial keikhlasan amat dibutuhkan. Ketika yang memberikan jempol sedikit terasa sedih, tapi ketika yang memberikan jempol banyak menjadi senang.

Baca Juga: Pertanyaan Pertama Saat di Alam Kubur

Dahulu Abdurrohman bin Mahdi pernah bertanya kepada gurunya, “Aku punya majelis setiap Jumat pagi. Bila yang hadir banyak aku gembira dan bila sedikit aku sedih?” Gurunya berkata, “Itu majelis yang buruk, tinggalkan saja.” Semenjak itu Ibnu Mahdi tak pernah lagi mengajar di sana. (Siyar Adz Dzahabi, 9/196).

2. Mengamalkan nasihat.

Karena Allah SWT membenci orang yang mengucapkan sesuatu yang dia tidak amalkan. Bahkan orangnya terancam diadzab dalam kuburnya. Na’udzu billah min dzalik.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Yang diberi nasihat pun harus menjaga dua perkara:

1. Menerima nasihat dengan hati yang lapang.

Karena itu adalah tanda keikhlasan. Adz Dzahabi rahimahullah berkata, “Tanda orang ikhlas itu adalah apabila diingat kesalahannya ia tidak merasa panas hatinya tidak juga ngeyel.

Justru dia mengaku kesalahannya dan mendoakannya, “Semoga Allah merahmati orang yg mengingatkan kesalahanku.” (Siyar Adz Dzahabi, 13/439).

2. Menjauhi sifat yang buruk.

Ketika seseorang diberi nasihat yang ia pikirkan bukan dirinya. Tapi malah bergumam, “Nasihat ini cocok buat si fulan dan si B nih.”Padahal seharusnya yang hendaknya dia pikirkan adalah untuk dirinya terlebih dahulu.

Semoga bermanfaat. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya