Penting bagi Umat Muslim untuk Miliki Rasa Diawasi meski Sendirian, Mengapa?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 330 2319105 penting-bagi-umat-muslim-untuk-miliki-rasa-diawasi-meski-sendirian-mengapa-24iGtKL351.jpg Ingatlah selalu kepada Allah SWT. (Foto: RCTI Plus)

JAKARTA- Ingatlah Allah Subhanahu wa ta'ala (SWT) dalam keadaan sendiri maupun saat dalam keramaian.

Ibadallah dan bertakwalah kepada Allah SWT dalam kondisi terlihat maupun tak terlihat.Karena Allah Rab kita Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Tak ada yang tersembunyi darinya walaupun sebesar dzarrah sekalipun. Baik di langit maupun di bumi.

Ustaz Nur Fitri Hadi MA dalam sebuah khotbah dikutip dari HijrahApp dan Khotbah Jumat mengatakan, bahkan yang lebih kecil dari itu, apalagi yang lebih besar. "Tidak ada yang luput. Dia mengetahui sesuatu yang lebih tersembunyi dari rahasia. Allah Jalla wa ‘Ala akan tetap menghisab kita," sebagaimana dikutip pada Selasa (1/12/2020).

Baca Juga: Tugas Seorang Muslim hanya Menyampaikan Kebenaran, Selebihnya Urusan Allah SWT

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Quran Al-Zalzalah: 7-8)

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Quran 36:12)

Dan firman-Nya:

Baca Juga: Tugas Ayah kepada Anak Gadisnya Tak Hanya Pendidikan, Juga Carikan Jodoh Soleh

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Quran Al-Baqarah: 284)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ayyuhal mukminun, Allah Ta’ala mengabarkan kepada kita bahwasanya Dia mengetahui segala sesuatu yang ada pada diri kita. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Bagi-Nya, rahasia adalah sesuatu yang tampak.

“Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.” (Quran Thaha: 7)

Allah Ta’ala berfirman,

Katakanlah: “Al Quran itu diturunkan oleh (Allah) yang mengetahui rahasia di langit dan di bumi. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Quran Al-Furqon: 6)

Baca Juga: Ingin Mensucikan Hati dan Memperbaiki Akhlak, Silahkan Baca 6 Doa Ini

Allah Jalla wa ‘Ala mengetahui mata-mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. Dan Allah memberi tahu kita bahwa Dia senantiasa mengawasi kita dalam setiap kesempatan dan keadaan.

“Dan adalah Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.” (Quran Al-Furqon: 52)

Dan firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Quran An-Nisa: 1)

Allah menyaksikan seluruh gerak-gerik seorang hamba. Sebagaimana firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.” [Quran Al-Hajj: 17]

Dan firman-Nya juga:

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.” (Quran Yunus: 61)

Hendaknya kita menghadirkan perasaan takut dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya.” (Quran Al-Baqarah: 235)

Baca Juga: Nabi Muhammad yang Pertama Ajarkan Antirasis, Lihat Kasus Bilal

Allah mengetahui besitan-besitan di dalam hati. Apalagi dengan Gerakan-gerakan anggota badan. Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba-hamba Allah sekalian. Wajib bagi kita memperbaiki diri kita sendiri. Dan hasil perbaikan diri ini adalah hadirnya perasaan yakin bahwa Allah itu mengawasi seluruh gerak-gerik kita. Baik saat kita sendirian maupun di tengah keramaian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah tidak menilai dari fisik kalian dan juga indahnya wajah kalian, tapi Allah menilai dari apa yang ada pada hati kalian.”

Siapa yang hatinya yakin bahwa Allah itu Maha Mengawasi, Allah itu menyaksikan seluruh gerak-geriknya saat sendiri maupun di tengah keramaian, maka hal itu akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang banyak. Dan menghalanginya dari berbuat keburukan. Oleh karena itu, Nabi mengatakan bahwa kedudukan tertinggi dalam kualitas agama seseorang adalah ihsan. Yaitu seseorang beribadah kepada Allah seolah Allah melihatnya. Dan apabila ia tidak mampu merasakan hal itu, yakinlah bahwa Allah melihat kita.

Keyakinan bahwa Allah melihat kita akan menghadirkan perasaan diawasi oleh Allah dalam hati seseorang.

Ayyuhal mukminun, Apabila seorang hamba meyakini dan menghadirkan dalam hatinya bahwa Allah melihatnya, maka ia akan menjadi seseorang yang memiliki khasy-yah dan rasa takut kepada kepada Allah. Dia akan mengagungkan Allah dengan pengagungan yang besar. Siapa yang berhasil menghadirkan perasaan diawasi Allah, didengar Allah, dilihat Allah, maka pasti ia termasuk orang-orang yang mencintai, mengagungkan, dan takut kepada Allah.

Orang yang demikian keadaannya, ia akan segera melakukan kebaikan. Ia akan mencurahkan segala usahanya untuk memperbaiki hubungannya dengan Rabbnya. Dan keadaan seperti ini diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat seseorang sedang sholat.

“Sesungguhnya apabila kalian sholat, dia sedang bermunajat (berbisik) dengan Rabnya. Atau Rabbnya antara dirinya dengan kiblatnya.”

Bertakwalah wahai hamba-hamba Allah sekalian. Teruslah merasa diawasi allah dalam setiap amal perbuatan kalian. Karena hal itu akan membuat seseorang istiqomah dalam kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman:

“Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu kepadamu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (Quran Fussilat: 22)

Imam Ahmad rahimahullah sering mengulang-ulang ucapannya, “Apabila suatu waktu engkau berada dalam kesendirian, jangan kau katakana ‘Aku sendiri’. Tapi katakan, ‘Ada yang mengawasiku’. Jangan kau kira Allah itu lalai sesaat pun. Baginya, tidak ada yang tersembunyi walaupun sesuatu yang tak tampak.”

1
5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya