Share

Kisah Khalid bin Walid Menangis Tak Lagi Banyak Baca Al-Quran

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 330 2319486 kisah-khalid-bin-walid-menangis-tak-lagi-banyak-baca-al-quran-HVIIVlDV81.jpg Kapan terakhir Anda membaca Al-Quran? (Foto: Freepik)

JAKARTA - Khalid bin Walid merasa menyesali dan menangis tak lagi banyak membaca Al-Quran. Mengapa?

Mengaji adalah hal yang wajib dijalani kaum muslimin. Namun sering terdengar alasan, "maaf saya tidak bisa sering datang ke kajian karena sibuk". Demikianlah perkataan yang sering kita dengar sebagai alasan tidak bisa hadir di majelis-majelis ilmu.

Sibuk apa? Umumnya sibuk urusan duniawi. Nah sebagai bahan renungan masalah ini, coba perhatikan tentang apa yang terjadi pada sahabat Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu. Beliau menyesali diri tak lagi banyak membaca ayat-ayat Al -Quran.

Baca Juga: Mengubah Lelah Jadi Lillah, Begini Caranya

Ustaz Berik Said dalam laman tdotme/beriksaid dikutip pada Selasa (1/12/2020) menjelaskan sebagai berikut: Mengapa Khalid bin Walid merasa menyesali tak lagi banyak membaca Al-Quran?

Apa karena beliau sibuk berdagang? Apa karena sibuk memikirkan terobosan ekonomi? Atau karena sibuk bersosmed ria mencari informasi urusan duniawi? atau karena urusan dunia lainnya? Ternyata tidak.

Lantas beliau disibukkan oleh perkara apa sehingga menyesali belakangan jarang membaca Al-Quran?

Baca Juga: Mengumandangkan Adzan Ada Aturannya, Berikut Syarat Jika Akan Diubah

Jawabannya lihat apa yang dikatakan oleh beliau berikut ini:

“Benar-benar jihad fii sabilillah telah menyita waktuku untuk bisa membaca Al-Quran“. (Atsar ini diketengahkan oleh Ibnu abi Syaibha dalam al Mushonnaf (X:552), Ibnu a’Asaakir dalam Tarikhnya (XVI:250).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Atsar ini sebenarnya lemah, tetapi karena adanya jalur pendukungnya menjadikan atsar ini hasan atau sahih. Atsar ini dinyatakan sahih oleh al Haitsami dalam Al-Majmu’ (IX:350) dan al Hafizh dalam Matholibul ‘Aaliyah (XVI:314)]

Maa Sya Allah, sekelas Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu merasa menyesal belakangan jarang membaca Al Qur'an padahal itu dikarenakan saat beliau sedang sibuk mengikuti berbagai perang jihad fii sabilillah.

Dan kita tahu jihad fii sabilillah termasuk tiang agama tertinggi. Walau begitu beliau seakan tetap menyesali kehilangan waktunya dari banyak membaca Al-Quran akibat sibuk berjihad.

Lantas di mana posisi kita wahai saudaraku yang mulai sering meninggalkan majelis-majelis ilmu syar'i. Apa alasan jadi begini, Apa karena kita sibuk? Sibuk apa?

Baca Juga: Cara Tumbuhkan Sifat Qanaah, Tanpa Perlu Bersedih dan Tetap Bersyukur

Apa karena kita sedang sibuk perang berdarah-darah seperti yang dialami oleh Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu di atas?

Atau apa karena kita sedang sibuk berdakwah sunnah kesana kemari? Atau apa karena kita sedang sibuk mempelajari ilmu hadis? Atau apa karena kita sedang sibuk membantu kaum muslimin yang sedang tertimpa bencana?

Atau kita sedang sibuk berbisnis, cari modal, bedagang, memikirkan perut kita dan ingin menjadi kaya raya sehingga kita mulai malas menuntut ilmu syar'i di majelis-majelis Ahlus Sunnah? atau kita sibuk mencari jodoh? 

Tidakkah kita malu dengan apa yang dikatakan sahabat Khalid bin Walid radhiallahu ‘anhu di atas?

Semoga Allah memaafkan kita semua. Ingatlah jangan sampai dunia memperdaya kita hingga kita mulai lemah dalam menuntut ilmu syar’i.

Allah Ta’ala berfirman:

“Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdaya kamu.”(QS. Luqman: 33)

Dan Firman-nya:

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh diakhirat kecuali neraka. Dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan". (QS. Hud: 15-16)

Ya Allah ampunkan kekhilafan kami selama ini yang telah banyak melalaikan agama-Mu dikarena kesibukan duniawi kami.

Habis waktu kami mengejar dunia dan harta dan entah telah berapa sering akhirnya kami mulai meninggalkan majelis ilmu syar’i.

Berilah kami kekuatan untuk melenyapkan emosi duniawi, dan tentramkan hati kami dengan selalu ingat akhirat, Aamiin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini