Kebanyakan tetesan air dalam suhu udara yang turun sampai 50 di bawah nol derajat. Orang-orang Barat tidak tertarik untuk melanjutkan kajian sistematis tentang awan yang dimulai oleh para ilmuwan muslim kecuali pada abad ke 19 M ketika ilmuwan biologi dari Perancis Lamarck mengarang buku tentang awan.
Baca Juga: Ustaz dr Zaidul Akbar Ungkap Kisah Anak Sakit Disebabkan Emosi Atas Perlakuan Buruk Orangtua
Dia menyebutkan daftar nama macam-macam awan. Kajian ini terns berkembang dan menjadi fisika awan sekarang dan merupakan salah satu cabang dari
Meteorologi Fisika yang mendapat perhatian para peneliti untuk memperoleh manfaat dari terapannya yang penting untuk tujuan prediksi cuaca, penerbangan, hujan dan lainnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)