Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelangi di Megamendung, Ibnu Sina Pernah Ulas di Buku Asy-Syifa

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Kamis, 10 Desember 2020 |08:10 WIB
Pelangi di Megamendung, Ibnu Sina Pernah Ulas di Buku Asy-Syifa
Pelangi menjadi fenomena alam yang mengagumkan. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Fenomena alam berupa pelangi yang indah menjadi pemadangan yang mengangumkan dan  banyak orang berdecak kagum.

Fenomena pelangi yang menghiasi langit pernah dijelaskan oleh Ibnu Sina. Tidak hanya pelangi, awan juga pernah diungkapkan Ibnu Sina.

Pelangi merupakan uap-uap yang mengenai lapisan udara dingin, sehingga bisa memancarkan waran dan berbentuk corona. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Sumbangan Keilmuan Islam Pada Dunia yang ditulis oleh Prof. Dr. Ahmad Fuad Basya, terbitan Pusataka Al Kautsar.

Baca Juga: Perbuatan Riya, Wajib Dihindari Agar Pahala Tak Jadi Sia-Sia

Dalam bukunya Asy-Syifa', Ibnu Sina yang seorang ilmuwan dan dokter kelahiran Persia mengatakan, "Awan terbentuk dari uap-uap basah yang naik dengan naiknya suhu panas lalu mengenai lapisan dingin udara. Esensi awan adalah uap pekat yang terapung di atas udara. Uap adalah materi awan, hujan, salju, embun dan es. Maka dari itu, terlihat perbedaan fenomena-fenomena matahari dan bulan seperti Corona dan Pelangi."

Pendapat Ibnu Sina tentang terbentuknya awan tidak berbeda dengan pendapat Figan dan Shamaos pada tahun 1929.

Baca Juga:  Cara Nabi Muhammad SAW Tidur, Ternyata Menghadap Kanan dan Berwudhu

Menurut pendapatnya awan dikenal dengan materi tipuan dari air yang bergantung di udara, atau uraian tipuan udara. Materi yang bergantung terkadang dalam bentuk tetesan kecil air atau kristal salju atau campuran dari tetesan air dan kristal salju.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement