Share

Berangkat ke Masjid dengan Niat Cari Ilmu Pahalanya Setara Ibadah Haji

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 330 2329281 berangkat-ke-masjid-dengan-niat-cari-ilmu-pahalanya-setara-ibadah-haji-bqk5ix3sdl.jpg Menuntut ilmu syar'i di masjid memiliki kemuliaan tinggi. (Foto:Okezone)

JAKARTA-  Orang yang menuntut ilmu syar'i akan mendapat kedudukan mulia. Bahkan para penuntut dijanjikan mendapatkan pahala haji yang sempurna.

Ustaz Idham Chalid bin Idam Ruray dalam sebuah tausyiahnya dikutip pada Kamis (17/12/2020) menyebutkan:

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Nabi Muhammad SAW Kisahkan Manusia yang Masuk Neraka Berjalan dengan Wajahnya

"Barangsiapa berangkat ke masjid, tidak ada yang ia inginkan kecuali untuk mempelajari satu kebaikan atau mengetahui ilmunya, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna." (HR. Ath-Thobarani dalam Al-Kabir dan Al-Hakim dari Abu Umamah radhiyallahu'anhu, Shahihut Targhib: 86)

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Barangsiapa masuk ke masjid kami untuk mempelajari satu kebaikan atau mengajarkannya maka ia seperti orang yang berjihad di jalan Allah." (HR. Ibnu Hibban dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Shahihut Targhib: 87)

Baca Juga:  Nikmat Itu Wajib Disyukuri Bukan Justru Jatuh dalam Maksiat

Sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata,

"Aku duduk sesaat untuk memahami agamaku lebih aku cintai daripada beribadah sepanjang malam." (Jaami' Bayaanil 'Ilmi: 85)

Sahabat yang Mulia Abud Darda radhiyallahu'anhu berkata:

"Barangsiapa berpendapat bahwa pergi menuntut ilmu pagi dan sore bukanlah jihad maka berkurang akal dan pikirannya." (Jaami' Bayaanil 'Ilmi: 124)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahulllah berkata:

"Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunnah". (Syarafu Ashabil Hadits: 113)

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,

Baca Juga:  Menolong Sesama Akan Diganjar Kemudahan Urusan Dunia dan Akhirat

“Menuntut lmu tidak dapat ditandingi oleh amalan sunnah apa pun bagi orang yang niatnya benar. Mereka bertanya; Bagaimana benarnya niat wahai Abu Abdillah? Beliau menjawab: Seorang yang menuntut ilmu itu meniatkan untuk mengangkat kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.” (Kitabul ‘Ilmi libnil ‘Utsaimin rahimahullah, hal. 22)

Sebagian ulama berkata:

“Ilmu adalah sholat yang tersembunyi dan ibadah hati.” (Hilyah Thalibil ‘Ilmi (dicetak bersama Al-Majmu’ah Al-‘Ilmiah), hal. 141)

Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi'i rahimahullah berkata:

"Kesimpulannya adalah, para ulama sepakat bahwa sibuk dengan ilmu lebih baik dari pada sibuk dengan amalan-amalan sunnah seperti puasa, sholat, tasbih dan berbagai amalan badan yang sunnah lainnya. Di antara dalilnya selain yang telah disebutkan adalah, bahwa manfaat ilmu untuk diri sendiri dan kaum muslimin, adapun manfaat ibadah-ibadah sunnah tersebut hanya untuk diri sendiri." (Al-Majmu', 1/44)

Akan tetapi menggabungkan antara ibadah sunah dan menuntut ilmu tentu lebih baik, oleh karena itu banyak ulama yang rajin sholat malam dan rajin pula menuntut ilmu, rajin berpuasa sunnah dan rajin pula menuntut ilmu, bahkan ibadah-ibadah tersebut adalah sebab menggapai kekuatan dalam menuntut ilmu.

Al-Imam Ibrahim bin Ismail rahimahullah berkata,

"Sesungguhnya para ulama kami, mereka menjadikan puasa sebagai kekuatan dalam menuntut ilmu agama." (Al-Jami’ lil Khatib Al-Baghdadi: 180). 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini