5 Ilmuwan Islam Berkontribusi Besar Perkembangan Dunia

Khairunnisa Nanda Zahra, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 614 2330300 5-ilmuwan-islam-berkontribusi-besar-perkembangan-dunia-LWIcscj4sg.jpg Ilmuwan Muslim mempunyai kontribusi besar dalam perkembangan dunia. (Foto:Okezone/Ist)

JAKARTA – Sejumlah ilmuwan Islam memberikan kontribusi besar dalam perkembangan dunia. Ini sebagai bukti bahwa Islam mendukung perkembangan dunia yang positip.

Firman Allah Subhanahu wa ta’ala dalam QS. Thaha ayat 114:

Baca Juga: Doa Setelah Asar di Hari Jumat Mustajab, Ustaz Khalid Basalamah: Agar Nikmat Allah SWT Dipertahankan

“Hubungan Alquran dengan sains tidak dapat dipisahkan, dan Islam merupakan satu-satunya agama yang respek terhadap ilmu pengetahuan. Dalam Al-Qur'an, Allah Ta'ala berfirman: "Wa qul Robbi zidni 'ilman (dan katakanlah, wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu)".

Peradaban dunia yang terus berkembang mengisahkan sebuah ilmu yang berasal dari para ilmuan Islam. Beberapa ilmuan ini berpengaruh dalam perkembangan pengetahuan di dunia yang menyebar dan terus berkembang.

Baca Juga: Tenang Saja, Semua Sudah Diatur dalam Islam

1.Az-Zahrawi

Nama lengkapnya Abul Qasim Khalaf ibn Al-Abbas Az-Zahrawi atau El-Zahwari. Beliau dijuluki Az-Zahra dan Abulcasis. Beliau adalah seorang dokter yang pakar dalam bidang kedokteran gigi dan kelahiran anak. Az-Zahrawi lahir di Madinatuz Zahra pada (936-1013) atau dikenal sebagai Abulcasis oleh ilmuwan Barat.

Selain itu, ia juga menciptakan penemuan obat-obatan. Beliau pernah membuat alat bedah sendiri dengan teknik pengoperasian yang tergolong maju saat itu. Berkat keahliannya itu, Az-Zahri diangkat menjadi dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan Umayyah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Al-Biruni

Abu Raihan Al-Biruni lahir di Khawarazmi, Turkmenistan (973-1048), seorang ahli matematika asal Turkmenistan yang lahir pada masa kekaisaran Persia. Beliau pernah belajar Ilmu Matematika dan bintang dari Abu Nashr Mansur. Beliau juga teman Ibnu Sina, seorang sejarawan, filsuf, dan pakar etik.

Al-Biruni meneliti garis lintang bagi Kath, Khwarazm menggunakan altitude maksimal matahari. Menulis hasil kajian proyeksi peta termasuk metodologi untuk proyeksi belahan bumi pada bidang datar.

3.Banu Musa Bersaudara

Buku berjudul "Book of Ingenious Device" atau Buku Perangkat Terampil, yang lahir di tahun 850, ditulis oleh 3 bersaudara dari Iran bernama Banu Musa bersaudara. Banu Musa yang terdiri dari Ahmad, Muhammad, dan Hasan bin Musa Ibnu Shakir ilmuwan muslim ini menulis buku tentang banyak sekali ilustrasi tentang perangkat mekanik, termasuk yang paling populer adalah automata atau berbagai mesin otomatis.

Berbagai hal seperti perangkat otomatis sistem fail-safe, engkol otomatis, katup otomatis, siphon dobel konsentris, serta saluran dengan ujung bengkok yang mampu menuang cairan berbeda.

4. Al-Zahrawi

Al-Zahrawi adalah seorang fisikawan dan ahli bedah dari Andalusia. Ia merupakan ahli bedah terbaik di abad pertengahan, dan disebut sebagai bapak ahli bedah. Dia menulis Kitab al-Tasrif yang membahas tentang praktik medis.

Dia berkontribusi besar dalam dunia bedah di aspek prosedur dan instrumen. Prestasinya pun diadaptasi oleh budaya barat maupun timur dalam periode modern. Berbagai penemuannya antara lain jarum suntik, forcep atau alat berbentuk tang yang digunakan untuk operasi, kait dan jarum bedah, serta pisau bedah tulang belakang dan pisau bedah litotomi.

5.Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun merupakan tokoh penting dalam peradaban Islam dari abad ke-14. Dalam dunia modern, dia bergelar macam-macam. Mulai dari Bapak Sosiologi, peletak dasar filsafat sejarah, perintis Ilmu Ekonomi, hingga penggagas teori politik.

Pemilik nama lengkap Abdul Rahman bin Khaldun itu lahir di Tunisia pada 1332. Dia menulis banyak karya. Di antaranya adalah Kitab al-Ibar yang terdiri atas tujuh jilid. Jilid pertamanya bertajuk Muqaddimah yang di Dunia Barat juga dinamakan Prolegomena. Berikutnya, Ta’rif yakni semacam autobiografi Ibnu Khaldun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya