Manfaat Membantu Saudara, Ustaz Firanda: Di Hari Kiamat Akan Banyak Keajaiban

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 29 Desember 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 330 2335535 manfaat-membantu-saudara-ustaz-firanda-di-hari-kiamat-akan-banyak-keajaiban-FIDAZfjf0o.jpg Saling membantu sesama saudara sangat dianjurkan. (Foto: Freepix)

JAKARTA- Saling tolong-menolong, membantu dan meringankan penderitaan sesama adalah akhlak terpuji. Ganjaran pahala yang dijanjikan Allah Subhanahu Wata'ala (SWT) juga besar

Dari sahahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata"" Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam (SAW) bersabda:

“Barangsiapa yang menghilangkan dari seorang Muslim penderitaannya dari penderitaan-penderitaan di dunia, maka Allah SWT akan menghilangkan penderitaannya dari penderitaan-penderitaan Hari Kiamat. Barangsiapa yang memudahkan bagi orang yang mengalami kesulitan karena terlilit utang, maka Allah SWT akan memudahkan baginya urusan di dunia dan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi aib orang Islam, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba tersebut jika seorang hamba menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Kemuliaan Menutupi Aib Saudara Sendiri, Begini Hikmahnya

Ustaz Dr. Firanda Andirja MA dalam Kelas UFA dikutip pada Selasa (29/12/2020) menuliskan bahwa hadis di atas tadi menunjukkan kaidah yang sangat agung yaitu “Balasan sesuai dengan amal perbuatan.”

Barang siapa yang melakukan kebaikan, maka Allah akan balas dengan kebaikan. Barangsiapa yang melakukan keburukan, maka Allah akan balas dengan keburukan. Perhatikan hadis ini!

Barangsiapa yang menghilangkan penderitaan orang lain, maka Allah akan menghilangkan penderitaannya.

Barangsiapa yang memudahkan orang yang mengalami kesulitan, maka Allah akan mengilangkan kesulitannya.

Baca Juga: Mengenal Shahabiyah Ummu Waraqah, Imam Sholat Pertama Para Muslimah

Barangsiapa yang menutup aurat seorang Muslim, maka Allah akan menutup auratnya. Barangsiapa menolong seorang hamba, maka Allah akan menolongnya. Ini semua menunjukkan bahwasanya “balasan seusai dengan perbuatan”.

Hadis ini membicarakan beberapa permasalahan:

“Barangsiapa yang menghilangkan penderitaan seorang muslim dari penderitaan-penderitaannya di dunia maka Allah SWT akan menghilangkan penderitaanya pada hari kiamat kelak.”

Di sini Rasulullah SAW tidak mengatakan “Allah akan menghilangkan penderitaannya di dunia dan di akhirat”, tetapi Rasalullah shallAllahu ‘alayhi wa sallam hanya mencukupkan “Allah akan menghilangkan penderitaannya di hari kiamat kelak.”

Kenapa bisa demikian? Hal ini dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, beliau menyebutkan bahwasanya, “Karena penderitaan di dunia tidak ada apa-apanya (tidak ada bandingannya) jika dibandingkan dengan penderitaan pada hari kiamat kelak.”

Sesungguhnya penderitaan pada hari kiamat kelak sangatlah berat. Oleh karenanya, Allah menyediakan bagi orang yang menghilangkan penderitaan saudaranya di dunia, Allah akan menghilangkan penderitaannya di akhirat.

Kenapa? Penderitaan di dunia masih bisa dihadapi tapi penderitaan di akhirat maka sangat mengerikan. Tidak ada orang yang bisa menghadapi penderitaan di akhirat, kecuali jika ditolong oleh Allah.

Seperti dalam hadis disebutkan:

Rasulullah SAW mengatakan bahwasanya, “Allah akan mengumpulkan seluruh manusia sejak awal sampai akhir di satu dataran; Matahari akan direndahkan oleh Allah ; Maka orang-orang akan mengalami penderitaan dan kesulitan dan penderitaan yang mereka tidak mampu untuk menghadapinya, mereka tidak mampu untuk memikulnya; Maka sebagian orang berkata kepada yang lainnya, “Tidakkah kalian melihat yang kalian rasakan, tidakkah kalian melihat siapa yang bisa memberi syafa’at bagi kita di sisi Rabb kita.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini adalah hadis tentang syafa’at yang menjelaskan manusia dalam kondisi sangat sulit tatkala itu, karena matahari diturunkan dalam jarak satu mil.

Dalam hadis lain Rasulullah SAW mengatakan:

“Kalian akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat dalam kondisi tidak memakai alas kaki, dalam kondisi tidak berpakaian, dan dalam kondisi belum disunat.”

‘Aisyah radhiyallahu ‘anh? berkata:

“Ya Rasulullah, lelaki dan wanita akan saling melihat diantara mereka (kalau mereka dikumpulkan bersama)?”

Kata Rasulullah SAW:

“Perkaranya sangat dahsyat sehingga mereka tidak sempat untuk memikirkan hal itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Allah SWT berfirman:

“Hari dimana Allah menjadikan anak-anak menjadi beruban.” (QS. Al-Muzzammil: 17)

Karena dahsyatnya hari itu, sehingga seandainya hari tersebut dilihat olah anak-anak, maka rambut mereka bisa langsung beruban karena begitu mengerikannya hari tersebut.

Tatkala matahari didekatkan oleh Allah SWT maka manusia bercucuran keringat. Ada yang keringatnya sampai di mata kakinya, ada yang sampai di betisnya, ada yang di pinggangnya, bahkan sampai keringatnya di mulutnya karena hebatnya panas dan penderitaan pada hari tersebut.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Matahari pada hari kiamat didekatkan kepada manusia, hingga jaraknya dari mereka hanya satu mil. Maka orang-orang berdasarkan amalannya dalam hal keringat. Ada diantara mereka yang keringatnya hingga dua mata kakinya, diantaranya ada yang keringatnya hingga kedua lututnya, ada yang keringatnya hingga kedua pinggangnya, dan ada yang keringatnya sampai ke mulutnya menahan mulutnya” (HR Muslim No. 2864)

Di sini Rasulullah mengkhususkan “Barangsiapa yang menghilangkan penderitaan seorang mukmin di dunia maka Allah akan menghilangkan penderitaannya di akhirat,” karena penderitaan di dunia masih bisa dihadapi. Adapun penderitaan akhirat siapa yang bisa menghadapinya? Penderitaan dengan berbagai macam model penderitaan. Maka barangsiapa yang menghilangkan penderitaan seorang Mukmin, maka dia akan dihilangkan penderitaannya di hari kiamat.

Naffasa dalam bahasa Arab diambil dari tanfis yang artinya “melegakan.” Jika ada orang tercekik, susah bernapas, dadanya sempit, udara sulit keluar dari kerongkongannya, kemudian kita lepaskan. Itulah namanya tanfis. Jadi seakan-akan ia mudah untuk bernapas lagi.

Ini merupakan isyarat bahwasanya ketika seseorang melihat saudaranya mengalami penderitaan, bisa jadi dia tidak menghilangkan penderitaannya secara total, tapi paling tidak dia meringankan seperti pada contoh di atas, orang yang sebelumnya sulit untuk bernapas, sulit untuk bergerak, tiba-tiba dia bisa lagi menghembuskan udara/nafasnya sehingga dia merasa ringan. Oleh karenanya, jika seseorang berusaha membantu saudaranya semaksimal mungkin maka Allah akan menghilangkan penderitaannya pada hari kiamat.

Meskipun disebutkan bahwa hadits ini menunjukkan al jaza min jinsil ‘amal (balasan sesuai dengan perbuatan). Namun pada hakikatnya, amalan kita tidak sebanding dengan pemberian Allah, dengan balasan yang Allah berikan. Bayangkan, kita hanya menghilangkan penderitaan seseorang di dunia, tetapi balasannya penderitaan kita di akhirat yang akan dihilangkan Allah SWT. Tentu tidak ada bandingannya antara penderitaan di dunia dengan penderitaan di akhirat. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini