Hanya Kematian yang Tidak Bisa Dihindari

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 330 2336290 hanya-kematian-yang-tidak-bisa-dihindari-MKRtdGP4UN.jpg Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta. (Foto:Okezone)

JAKARTA - Bersenang-senanglah di dunia fana ini dan berbangga-bangga atas harta dan anak-anakmu. Namun patut dicatat, maut atau kematian akan tiba juga.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dikutip dari HijrahApp dikutip pada Rabu (30/12/2020) menguraikan:

Baca Juga: Nabi Muhammad SAW Berdiri Jika Melihat Iringan Jenazah meski Berbeda Agama

Kata ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir Al Qurthubi)

Ingatlah tak mungkin seorang pun lari dari kematian. Allah Subhanahu Wata'ala (SWT) berfirman:

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

Baca Juga: Begini Kedudukan Penghuni Surga Paling Rendah hingga Paling Tinggi

Harus diyakini bahwa kematian tak bisa dihindari. “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Semua pun tahu tidak ada manusia yang kekal abadi.“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad).” (QS. Al Anbiya’: 34).

Yang pasti Allah yang kekal abadi.“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (QS. Ar Rahman: 26-27).

Lalu, setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 163).

Jadilah mukmin yang cerdas. Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.”

“Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani). Hanya Allah yang memberi taufik. Akhukum fillah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini