Nabi Muhammad SAW Berdiri Jika Melihat Iringan Jenazah meski Berbeda Agama

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 330 2336201 nabi-muhammad-saw-berdiri-jika-melihat-iringan-jenazah-meski-berbeda-agama-QiD4Z6sfvj.jpg Iringan rombongan pengantar jenazah. (Foto:Okezone/Dok)

JAKARTA - Banyak di antara kita apabila melihat lewat iringan jenazah hanya diam saja, seakan tidak ada apa-apa. Padahal Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam (SAW) sudah menyontohkan bagaimana sikap jika melihat iringan pengantar jenazah melintas.

Dikutip dari buku "165 Kebiasaan Nabi" karya Abduh Zulfidar Akaha dikutip pada Rabu (30/12/2020) menyebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

"Apabila kalian melihat jenazah, maka berdirilah hingga jenazah tersebut melalui kalian." (HR. Muttafaq Alaih)

Baca Juga: Ketika Nabi Musa Memukul Mata Malaikat hingga Terlepas

"Melihat jenazah," maksudnya yaitu melihat sekelompok orang yang membawa jenazah atau iringan jenazah. Sedangkan kalimat "hingga jenazah tersebut melalui kalian," mengandung makna bahwa kita tidak disuruh Nabi untuk ikut mengiringi jenazah, kalau memang kita bukan termasuk rombongan yang mengiringi jenazah. Dan, Nabi sendiri hanya berdiri menyaksikan, tidak turut mengantarkannya hingga ke kuburan.

Hadis ini adalah hadis qauliyah yang berupa perintah Nabi kepada umatnya agar berdiri apabila melihat iringan jenazah, sebagai tanda penghormatan kepada orang yang meninggal.

Baca Juga: Begini Kedudukan Penghuni Surga Paling Rendah hingga Paling Tinggi

Meskipun bukan menggambarkan secara langsung tentang kebiasaan nabi, terdapat sejumlah hadis yang menyebutkan bahwa beliau juga berdiri manakala menyaksikan iringan jenazah lewat.

Jabir bin Abdillah Radhiyallahu Anhu menceritakan, bahwa suatu hari ketika mereka sedang duduk-duduk, lewat iringan jenazah di hadapan mereka. Maka Nabi pun berdiri menghormatinya dan para sahabat juga turut berdiri bersama beliau.

Kemudian ada sahabat yang mengatakan kepada beliau, bahwa itu adalah jenazah seorang Yahudi. Lalu beliau bersabda, "Bukankah dia manusia juga!"

Bukan hanya terhadap orang Islam, terhadap orang Yahudi pun beliau juga berdiri, sebagaimana disebutkan hadis di atas. Akan tetapi, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum berdiri menghormat jenazah ini. Karena ada juga hadis lain yang menyebutkan bahwa beliau menyuruh duduk setelah sebelumnya pernah menyuruh berdiri.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata:

"Dulu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan kami berdiri menghormat jenazah. Kemudian beliau duduk setelah Itu dan memerintahkan kami untuk duduk." (HR. Ahmad dan Malik).

Imam Ahmad berkata, "Bagi yang mau berdiri, silahkan berdiri. Dan bagi yang tidak ingin berdiri, maka dia boleh duduk." Dia mendasarkan pendapatnya dengan hadis Ali ini.

Sedangkan menurut Ibnu Hazm, disukai berdiri menghormat jenazah apabila seseorang melihatnya, sekalipun itu adalah jenazah yang berbeda agama, hingga dia dikuburkan atau hingga iringan jenazah tersebut lewat. Namun jika dia tidak berdiri juga tidak mengapa.

Para ulama yang menyukai berdiri dalam hal ini, mereka mengatakan bahwa hakekatnya adalah hikmah dari berdiri itu sendiri, yaitu mengagungkan Allah Ta'ala yang mencabut jiwa si mayit tersebut.

Mereka mendasarkan pendapatnya pada hadis Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, bahwasanya datang seseorang bertanya kepada Nabi, apakah mereka harus berdiri untuk jenazah orang kafir? Lalu beliau menjawab:

"Ya, berdirilah kalian. Karena sesungguhnya kalian tidak berdiri untuk jenazah tersebut, melainkan kalian berdiri mengagungkan Dzat yang mencabut nyawanya." (HR. Ahmad). 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquranDengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini