Kini Zamannya Santri Berwirausaha Lewat Pesantrenpreneur

Abdul Rochim, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 614 2336878 kini-zamannya-santri-berwirausaha-lewat-pesantrenpreneur-B2JOSMqdUR.jpg Pondok Pesantren Nashrul Ummah, Mejobo, Kudus. (Foto: Abdul Rochim)

KUDUS - Pesantren sebagai model dan basis pendidikan khas Indonesia tertua terus melakukan revitalisasi institusi menjadi salah satu wahana pengembangan kewirausahaan muda.

Hal ini disampaikan Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Asrorun Niam Sholeh, melalui ruang virtual dalam agenda Pesantrenpreneur bertajuk ‘Semangat Berwirausaha Pemuda Santri Tetap Inovatif Kala Pandemi’ yang diselenggarakan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Untuk Indonesia (LADUNI) di Pondok Pesantren Nashrul Ummah, Mejobo, di Kudus, Rabu (30/12/2020).

Baca Juga: Gus Baha Raih Dai of The Year, Lantaran Berhasil Ubah Tren Dakwah

"Pesantren tidak saja mendidik para santri untuk mengkaji literasi keagamaan, tetapi saatnya pesantren yang merupakan basis dan model pendidikan khas Indonesia tertua untuk mengembangkan minat dan bakat para pemuda santri melalui wirausaha," jelas Niam.

Pondok pesantren, menurut Niam, dikenal dengan kemandiriannya. Hal ini yang menjadi dasar dalam mengembangkan minat dan bakat dalam membuat produk bisnis yang tentunya dapat menemukan target market yang tepat.

Baca Juga: 133 Dai Moderat Versi ADDAI, Ada Ustaz Abdul Somad hingga Buya Yahya

"Salah satu syarat kemandirian bangsa adalah mandiri di bidang ekonomi. Buktikan cinta kalian pada negara dan bangsa. Kalau ingin menjadi bangsa mandiri, jadilah wirausahawan. Setinggi-tingginya posisi karyawan dia tetap diatur. Serendah-rendahnya pelaku wirausahawan, dia mandiri terhadap dirinya sendiri," kata Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menegaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Asrorun Ni'am mengajak santri dan alumni pondok pesantren terus memperbaiki nasib dan pendapatan, khususnya di tengah pandemi Covid-19, antara lain melalui wirausaha.

Minat dan bakat, kata Ni'am, menjadi penting untuk dikembangkan karena itu menjadi salah satu kunci membangun kewirausahaan. Selain itu santri juga harus berani untuk memulai jangan hanya berangan-angan.

Dia mengatakan, kalau wirausaha sudah dijalankan tentu akan membantu meningkatkan kesejahteraan tidak hanya untuk pengusaha tapi juga untuk masyarakat.

"Peningkatan ekonomi tidak sekedar sebagai tujuan tetapi itu sarana untuk menentukan kemanfaatan kita sebagai manusia, chairunnas anfa'uhum linnas sebaik-baik manusia sejauh mana kita memberikan manfaat secara lebih kuat kepada sesama manusia," ujar dia.

Pengasuh Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang juga anggota DPR H Nusron Wahid, mengatakan agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelaku wirausaha di kalangan pesantren. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini