Saatnya Hidupkan Al-Hujarat Etics, Apa Itu?

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 330 2350208 saatnya-hidupkan-al-hujarat-etics-apa-itu-PmzurL7nQq.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Youtube)

JAKARTA- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak menghidupkan kembali Al-Hujarat etics dalam membangun keadaban publik.

Dia menilai saat ini selain karena politik, kehadiran media sosial juga membuat nilai-nilai Islam kian terdistorsi. Media sosial telah membuat masyarakat bernapas pendek dan miopik, sehingga mudah terbelah.

Dalam situasi seperti ini, kata Haedar Nashir, menilai perlu dihidupkan kembali nilai-nilai akhlak qur’ani. Hal ini guna menghadirkan masyarakat yang beretika dalam kehidupan media sosial

Baca Juga:  Apa Itu Syirik Akbar dan Syirik Asgar, Simak Penjelasannya

“Kita perlu menghidupkan Al-Hujarat etics dalam membangun keadaban publik,” katanya dikutip dari website resmi PP Muhammadiyah, Senin (25/1/2021).

Haedar menyampaikan etika dan keadaban publik di Indonesia terdistorsi karena pertarungan politik yang keras. Bahkan cenderung menyisakan masalah bagi masyarakat.

Baca Juga: Lagi Lelah atau Kesal, Suami Tetap Jaga Kata-Kata Terhadap Istri

Ketika pesta pora politik telah selesai di tingkat elite, ada berbagai residu konflik yang terus direproduksi di tataran masyarakat. Hal ini membuat kehidupan sosial menjadi sumpek. Akibatnya agama yang dibawa oleh kekuatan Islam arus utama moderat terhambat oleh konflik politik.

“Ketika agenda keprajuritan jadi arus dalam masyarakat, maka agenda-agenda besar untuk membangun peradaban dan membangun keadaban publik menjadi terhambat, terdistorsi oleh agenda-agenda seperti ini,” ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Padahal menurutnya umat Islam mempunyai peran menghadirkan etika agama dalam kehidupan publik yaitu sebagai agama rahmatan lil alamin. Selain itu umat Islam juga membawa misi kerisalahan Nabi Muhammad untuk menyempurnakan akhlak.

“Ketika Nabi membangun masyarakat Madinah Al-Munawarah, Nabi membangun akhlak yang tidak hanya terkait norma baik-buruk individu namun harus menjadi etika kehidupan publik,” tuturnya.

Hal ini sebagaimana nilai-nilai di Indonesia yang berbudaya luhur seperti sopan santun, guyub rukun dan saling menolong. Menurutnya inilah yang harus dikedepankan dalam masyarakat dan mewarnai kehidupan publik.

“Begitupun dengan Indonesia yang sering dikenal sebagai bangsa yang berbudaya luhur dengan banyak karakter masyarakat lokal ikut mewariskan mata rantai bagus. Misalnya hidup sopan santun, guyub rukun, saling menolong, saling mengunjungi, dan hidup baik dengan tetangga,” pungkasnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini