UAS Pasangan Foto Unik, Netizen: Ini Foto Hoax Atau Bukan Ya?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 614 2357099 uas-pasangan-foto-unik-netizen-ini-foto-hoax-atau-bukan-ya-66kGu2eBi3.jpg Postingan Ustaz Abdul Somad di akun Instagramnya. (Foto: Instagram)

JAKARTA- Ustaz Abdul Somad (UAS) mem-posting yang unik di akun [email protected]_official. Postingan itu berisikan mengenai pohon sidr. Di bawah itu UAS memberikan kalimat:

"Siapa yang memotong sebatang pohon sidr (bidara), Allah sungkurkan kepalanya ke dalam api neraka".(HR. Abu Daud). Demikian seperti dikutip Jumat (5/2/2021).

Foto ini memang unik ini memperlihatkan sebuah jalan bebas hambatan dibuat tak lurus atau menikung. Ternyata di tengah jalan itu ada pohon bidara yang menghalang jalan. Bukan pohon yang ditebang, tetapi arah jalan dibuat menikung untuk menghindari pohon tadi.

Baca Juga: Masjid Transparan di Arab Saudi, Pimpro: Surga Punya Banyak Pintu

Postingan UAS tadi pun dikomentari sejumlah netizen:

@hassan_ar7922: Masih butuh penjelasan tentang maksud hadist ini. Soalnya masih miskin ilmu. Jika ada penjelasan lewat video mohon di-share.

@ulul_arhaam: Disini pohon bidara masih menjadi tumbuhan liar Ust, jd KL ad terdapat dihalaman, dijalan, ato diladang2 yg sekiranya mengganggu mesti dibuang krn durinya bahaya yg nmnya petani jarang pake sendal aplg musim hujan..

Baca Juga: Hasil Riset, Muslimah Bercadar di AS dan Eropa Direspons Positif Selama Pandemi

@masherrys: afwan ustadz.... ini potonya hoax ato bukan ya.... secara teknis, model jalan seperti itu membahayakan pengguna jalan, apalagi sepertinya jalur cepat...????

Namun dari beberap komentar netizen ada warganet yang memberi respons cukup serius oleh [email protected] Bahkan akun membeberkan alasannya disertai link sebuah laman.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

@thodafa: Selanjutnya Imam al-Albani menyebutkan ada 3 pendapat dalam memahami hadis hasan mengenai larangan menebang pohon bidara,

Pertama, larangan ini hanya berlaku untuk pohon bidara yang ada di jalanan padang pasir, sehingg digunakan masyarakat untuk berteduh. Memotong pohon semacam ini tanpa ada tujuan yang jelas, hanya untuk main-main atau karena ingin menghilangkan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk dosa besar. Diancam dengan hukuman akan disiram kepalanya dengan cairan panas di neraka.

Ini merupakan pendapat Abu Daud, sebagaimana yang beliau nyatakan dalam kitab sunannya. (Sunan Abu Daud – catatan untuk hadis no. 5239).

Kedua, bahwa larangan ini telah mansukh (dihapus), sehingga hukumnya tidak berlaku.

Ini adalah pendapat at-Thahawi. Beliau berdalil dengan riwayat dari Urwah bin Zubair – salah satu perawi hadis – bahwa beliau memotong pohon bidara.

Ketiga, bahwa larangan ini berlaku untuk pohon bidara di tanah haram (Mekah dan Madinah)Sehingga pohon bidara di luar tanah haram, tidak masalah ditebang jika memang diperlukan untuk ditebang.

Ini merupakan pendapat as-Suyuthi sebagaimana yang beliau nyatakan di risalah beliau, “Ra’u al-Hadzar an Qath as-Sidr”.

Pendapat ini didukung oleh keterangan tambahan dalam riwayat Thabrani dari hadis Abdullah bin Habsyi,

يعني : من سدر الحرم

Maksudnya adalah pohon bidara di tanah haram. (Silsilah al-Ahadits as-Sahihah, 2/177)Demikian, Allahu a’lam. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah). 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini