Mafia Tanah Terus Beraksi, Hadis Ungkap Hukuman yang Mengerikan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 17:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 330 2360650 mafia-tanah-terus-beraksi-hadis-ungkap-hukuman-yang-mengerikan-ZJyiTrwe5h.jpg Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA - Mafia tanah merampas hak orang dalam Islam diancam akan dikalungkan di lehernya dari tujuh lapis bumi. Nah kasus mafia tanah, juga dialami Penasihat Kemenparekraf, Dino Patti Djalal menjadi korban.

Sertifikat rumah ibunya di Executive Paradise, Antasari, Jakarta Selatan beralih menjadi nama orang lain di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi dikutip dari laman Almanhaj pada Kamis (11/2/2021) menyebutkan, dari Sa’id bin Zaid Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Waspada Modus Mafia Tanah, Dino Patti Djalal Jadi Korban

“Barangsiapa mengambil sedikit tanah dengan cara yang zhalim, maka (Allah) akan mengalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi."

Dari Salim dari ayahnya Radhiyallahu anhuma, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang mengambil tanah sedikit saja dengan cara yang tidak dibenarkan, maka ia dibenamkan ke dalam tanah tersebut pada hari Kiamat hingga tujuh lapis bumi.’

Baca Juga: Dino Patti Djalal: Polisi Pernah Tangkap Dalang Mafia Tanah, tapi Malah Dilepas

Barang siapa merampas tanah lalu ia menanaminya atau membangun di atasnya, maka ia diharuskan mencabut tanamannya dan menghancurkan bangunannya berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Tidak ada hak bagi keringat orang yang zhalim.” Apabila ia mengolahnya, maka ia mengambil nafkahnya dan tanamannya bagi orang yang memiliki (tanah): Dari Rafi’ bin Khudaij bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Barangsiapa menanam di atas tanah suatu kaum tanpa seizin mereka, maka ia tidak memiliki apa pun dari tanaman itu, namun ia mendapatkan nafkahnya.”

Sementara merampas hak orang lain dalam Islam disebut perbuatan Ghashb hukumnya adalah perbuatan zalim dan kezaliman adalah kegelapan di hari Kiamat.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.” (QS. Ibrahim: 42-43)

Dan juga Allah Ta’ala berfirman:

“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil…” (QS. Al-Baqarah: 188) Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbatul Wada’:

“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini.” 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya