Doa dan Sholat Jenazah Agar Mayit Mendapat Syafaat

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 22 Februari 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 22 330 2366372 doa-dan-sholat-jenazah-agar-mayit-mendapat-syafaat-Xjw33vcOoA.jpg Sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA - Doa dan sholat jenazah hukumnya fardhu kifayah artinya menjadi kewajiban bagi kaum Mulimin untuk melakukannya.

Nah untuk sholat jenazah dianjurkan sebanyak mungkin dikuti kaum Muslimin untuk mensholatkan agar jenazah mendapat syafaat nabi.

Sementara untuk doa ada beragam doa yang dapat dipanjatkan. Berikut salah satu yang dapat dipanjatkan; 

Baca Juga: Dengan Doa Ini, Semoga Bisa Terhindar dari Musibah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَأَوْسِعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ

Allahumma ghfirlahu war hamhu wa'afihi wa'fuanhu wa akrim nuzulahu waausi'madkholahu waghsilhu bil maai watsalji walbarodi wa naqihi minalkhotooyaa kamaa yunaqqii tsaubul abyadhu minad danasi

Sementara perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk mensholati jenazah seorang Muslim.

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh kaum Muslimin yang jumlahnya mencapai 100 orang, semuanya mendoakan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafaat untuk si mayit." (HR Muslim Nomor 947).

Baca Juga: Doa Agar Selamat dari Musibah dan Bencana Alam

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda dalam hadis: 

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أرْبَعُونَ رَجُلا، لا يُشْرِكُونَ بِالله شَيْئاً إِلا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ

Artinya: "Tidaklah seorang Muslim meninggal, lalu disholatkan oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepada jenazah tersebut dengan sebab mereka." (HR Muslim Nomor 948)

Sebagaimana dikutip dari Muslim or id pada Senin (22/2/2021), adapun sebelum menunaikan sholat gaib, haruslah diawali dengan niat, agar pelaksanaannya lebih afdhal.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Niat cukup disampaikan dalam hati orang yang hendak melaksanakan sholat gaib tersebut.

Kemudian tata cara melaksanakan sholat gaib adalah sebagai berikut:

1. Niat sholat jenazah.

Niat sholat ini adalah amalan hati, tidak perlu dilafalkan.

2. Takbir pertama

Takbir yang pertama, membaca ta’awwudz kemudian Surah Al Fatihah. Berdasarkan keumuman hadis: 

لا صلاةَ لِمَن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

Artinya: "Tidak ada sholat yang tidak membaca Al Fatihah." (HR Bukhari Nomor 756, Muslim Nomor 394)

 Kemudian riwayat dari Thalhah bin Abdillah bin Auf, ia berkata:

صليتُ خلفَ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عنهما على جِنازة، فقرَأَ بفاتحةِ الكتابِ، قال: لِيَعْلموا أنَّها سُنَّةٌ

Artinya: “Aku sholat bermakmum kepada Ibnu Abbas Radhiallahu anhu dalam sholat jenazah. Beliau membaca Al Fatihah. Beliau lalu berkata: 'Agar mereka tahu bahwa ini adalah sunah (Nabi)'." (HR Bukhari Nomor 1335)

Lalu tidak perlu membaca doa iftitah sebelum Al Fatihah.

3. Takbir kedua.

Melakukan takbir yang kedua, kemudian membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Berdasarkan hadis dari Abu Umamah Al Bahili Radhiallahu anhu: 

أنَّ السُّنَّةَ في الصَّلاةِ على الجِنازة أن يُكبِّرَ الإمامُ، ثم يقرأَ بفاتحةِ الكتابِ- بعدَ التكبيرة الأولى- سِرًّا في نفْسِه، ثم يُصلِّيَ على النبيِّ صلَّى الله عليه وسلَّم، ويُخلِصَ الدُّعاءَ للميِّت في التكبيراتِ، لا يقرأُ فى شىءٍ منهنَّ، ثم يُسلِّم

Artinya: "Bahwa sunah dalam sholat jenazah adalah imam bertakbir kemudian membaca Al Fatihah (setelah takbir pertama) secara sirr (lirih), kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, kemudian berdoa untuk mayit setelah beberapa takbir. Kemudian setelah itu tidak membaca apa-apa lagi setelah itu. Kemudian salam." (HR Asy Syafi’i dalam Musnad-nya Nomor 588, Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 7209, dishahihkan Al Albani dalam Ahkamul Janaiz 155)

4. Takbir ketiga

Lalu melakukan takbir ketiga, kemudian membaca doa untuk mayit. Berdasarkan hadis Abu Umamah di atas. Di antara doa yang bisa dibaca adalah: 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

 Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan baginya dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah ia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya, mandikanlah ia dengan air, es dan salju. Bersihkanlah dia dari kesalahannya sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya semula, istri yang lebih baik dari istrinya semula. Masukkanlah ia ke dalam surga, lindungilah ia dari adzab kubur dan adzab neraka." (HR Muslim Nomor 963). 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini