Share

Ganjaran Menahan Marah Sangat Luar Biasa, Tertuang dalam Surat Ali Imran 134

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 09 Maret 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 330 2374391 ganjaran-menahan-marah-sangat-luar-biasa-tertuang-dalam-surat-ali-imran-134-hAvemeVT1G.jpg Manahan marah sikap yang terpuji. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Menahan marah ternyata mempunyai keutamaan dalam Islam. Siapapun tentu pernah merasakan marah, bahkan mungkin tidak jarang merasakan kemarahan dan emosi yang sangat.

Memang sifat marah merupakan tabiat yang tidak mungkin luput dari diri manusia, karena mereka memiliki nafsu yang cenderung ingin selalu dituruti dan enggan untuk diselisihi keinginannya.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œAku ini hanya manusia biasa, aku bisa senang sebagaimana manusia senang, dan aku bisa marah sebagaimana manusia marahโ€.

Baca Juga: Yuk, Rekreasi Hati Bersama Keluarga dengan Mendatangi Majelis Ilmu

Ustaz Abdullah Taslim, Lc., MA menjelaskan, bersamaan dengan itu, sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan dalam hati manusia untuk merusak agama dan diri mereka, karena dengan kemarahan seseorang bisa menjadi gelap mata sehingga dia bisa melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang berakibat buruk bagi diri dan agamanya.

Oleh karena itu, hamba-hamba Allah Taโ€™ala yang bertakwa, meskipun mereka tidak luput dari sifat marah, akan tetapi kerena mereka selalu berusaha melawan keinginan hawa nafsu, maka mereka pun selalu mampu meredam kemarahan mereka karena Allah Taโ€™ala.

Allah Taโ€™ala memuji mereka dengan sifat ini dalam firman-Nya,

{ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ุฑูŽู‘ุงุกู ูˆูŽุงู„ุถูŽู‘ุฑูŽู‘ุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ููŠู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุธูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ}

โ€œOrang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikanโ€ (QS Ali โ€˜Imran:134).

Baca Juga:ย Doa Terhindar dari Perbuatan Syirik dan Kesesatan

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุธูŽู…ูŽ ุบูŽูŠู’ุธู‹ุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฏูุฑูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูู†ู’ููุฐูŽู‡ู ุฏูŽุนูŽุงู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽุฒูŽู‘ ูˆูŽุฌูŽู„ูŽู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุกููˆุณู ุงู„ู’ุฎูŽู„ุงูŽุฆูู‚ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูุฎูŽูŠูู‘ุฑูŽู‡ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญููˆุฑู ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ

โ€œBarangsiapa yang menahan kemarahannya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah Taโ€™ala akan memanggilnya (membanggakannya) pada hari kiamat di hadapan semua manusia sampai (kemudian) Allah membiarkannya memilih bidadari bermata jeli yang disukainyaโ€.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari laman Muslim or id dikutip Selasa (9/3/202) disebutkan, Imam ath-Thiibi berkata, โ€œ(Perbuatan) menahan amarah dipuji (dalam hadist ini) karena menahan amarah berarti menundukkan nafsu yang selalu menyuruh kepada keburukan, oleh karena itu Allah Taโ€™ala memuji mereka dalam firman-Nya,

{ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุงุธูู…ููŠู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽูŠู’ุธูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุงูููŠู†ูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูุญูุจูู‘ ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ}

โ€œDan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikanโ€ (QS Ali โ€˜Imran:134)โ€[10].

Sabda Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam hadits ini: โ€œโ€ฆpadahal dia mampu untuk melampiaskannyaโ€ฆโ€, menunjukkan bahwa menahan kemarahan yang terpuji dalam Islam adalah ketika seseorang mampu melampiaskan kemarahannya dan dia menahnnya karena Allah Taโ€™ala[11], adapun ketika dia tidak mampu melampiaskannya, misalnya karena takut kepada orang yang membuatnya marah atau karena kelemahannya, dan sebab-sebab lainnya, maka dalam keadaan seperti ini menahan kemarahan tidak terpuji.

Seorang mukmin yang terbiasa mengendalikan hawa nafsunya, maka dalam semua keadaan dia selalu dapat berkata dan bertindak dengan benar, karena ucapan dan perbuatannya tidak dipengaruhi oleh hawa nafsunya.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini