Yuk, Rekreasi Hati Bersama Keluarga dengan Mendatangi Majelis Ilmu

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 06:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 07 330 2373640 yuk-rekreasi-hati-bersama-keluarga-dengan-mendatangi-majelis-ilmu-uZgUDzr2g9.jpg Majelis ilmu di Masjid Nabawi sebelum pandemi Covid-19. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA - Rekreasi hati dengan mendatangi majelis ilmu. Di sanalah rekreasi hati di taman surga majelis tempat menambah ilmu.

Selama ini yang yang dipahami hanyalah manusia menjadwalkan minimal sepekan sekali untuk rekreasi pikiran. "Ada yang main game dan ada yang nonton film," ujar dr Ustaz Raenul Bahraen dalam akun Instagramnya dikutip Senin (8/3/2021).

Baca Juga: Malaikat Pencabut Nyawa Manusia Pakai Dua Cara, Begini Penjelasannya

Ada juga, kata dia, jadwal untuk rekreasi perut dan mulut dengan berbagai kuliner, berbagai macam rasa. Belum cukup ada juga jadwal untuk rekreasi mata belanja ke mal, pasar dan pantai.

Tapi ada satu yang dilupakan manusia menjadwalkan rekreasi hati. Padahal hati juga bisa sangat jenuh dan perih. Terlalu sering sakit hati dan makan hati.

"Hati juga bisa sakit terlalu sering mendengki. Hati juga bisa mati terlalu sering lupa akhirat," kata dia.

Rekreasi hati adalah di taman surga yaitu majelis ilmu tempat menambah ilmu. Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

Baca Juga: Ketika Jenazah Bisa Bicara, Apa yang Disampaikan?

 ”Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau menjawab,”Halaqah-halaqah dzikir (salah satunya majelis ilmu).” (HR Tirmidzi)

"Kita dapati manusia mungkin fresh pikirannya setelah rekreasi, matanya tidak jenuh setelah rekreasi. Akan tetapi, ketika kembali ke rutinitas harian pikiran kembali menjadi stres dan mata kembali jenuh, bahkan lebih parah dari sebelumnya," sebutnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berbeda dengan setelah rekreasi hati, kata dia, dengan kembali ke rutinitas dengan hati yang lapang tanpa mengeluh karena ia nikmati karunia Allah dengan qanaah. Jauh dari rasa dengki dan perlombaan tidak sehat dunia. Saling sikut dan menjatuhkan hanya untuk mendapatkan dunia yang sempit

"Tapi mencari yang sangat luas yaitu rahmat Allah. Buat apa harus merebut dan saling sikut jika memang sangat luas," sebutnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Dan tidaklah sekelompok orangberkumpul di dalam satu rumah di antara rumah-rumah Allah; mereka membaca Kitab Allah dan saling belajar diantara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi mereka, malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (para malaikat) di hadapanNya.” [HR Muslim]

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya