Share

Isra Miraj, Ketika Nabi Muhammad SAW Diperintahkan Sholat 5 Waktu

Rusman H Siregar , Jurnalis · Kamis 11 Maret 2021 08:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 11 330 2375978 isra-miraj-ketika-nabi-muhammad-saw-diperintahkan-sholat-5-kali-6z4XA4Xxch.jpg Peristiwa Isra Miraj Merupakan Cikal Bakal Adanya Sholat 5 Waktu. (Ilustrasi: Freepik)

JAKARTA - Isra Miraj adalah peristiwa dahsyat di mana Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat 5 waktu pertama kalinya. Pada malam 27 Rajab Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa di luar nalar manusia yakni melakukan perjalaan ke Sidratul Muntaha.

Awalnya, Allah 'Azza wa Jalla memberikan pesan untuk sholat sebanyak 50 waktu dalam satu hari. Namun dengan sifat Maha Pengasihnya, Allah mengabulkan permintaan Nabi Muhammad SAW untuk menjalakan sholat menjadi 5 waktu. Inilah salah satu kemuliaan umat Nabi Muhammad yang patut kita syukuri.

Berikut 12 fakta tentang Sholat yang dilansir dari "Belajar Islam Kaffah". Sholat merupakan amalan yang pertama kali dihisab di Hari Kiamat, semoga kita tidak menganggap sepela urusan yang satu ini.

Baca Juga : Dahsyatnya Persitiwa Isra Mikraj, Membuat Kaum Quraisy Tak Bisa Membantah

1. Sholat Adalah Rukun Islam Kedua Setelah Syahadat.

Seorang yang masuk Islam setelah mengikrarkan Syahadat maka ia diwajibkanmelaksanakan shalat. Berikut sabda Nabi:

ุจูู†ููŠูŽ ุงู„ุฅูุณู’ู„ุงู…ู ุนูŽู„ู‰ ุฎูŽู…ู’ุณู: ุดูŽู‡ุงุฏูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฅูู‚ุงู…ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงุฉู ูˆูŽุฅููŠุชุงุกูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒุงุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูˆูŽุตูŽูˆู’ู…ู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

"Islam didirikan di atas lima: Bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah, mendirikan sholat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah bila ada kemampuan; dan berpuasa Ramadan." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Sholat Adalah Tiang Agama.

Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda: "Sholat adalah tiangnya agama." (HR. at-Tirmidz. Beliau mengatakan Hadis ini derajatnya Hasan Sahih)

Sahabat Umar bin Khattab radhiyallahuโ€™anhu berpesan kepada gubernur-gubernur di wilayah kekuasan khilafah beliau:

ุฅู†ู‘ูŽ ุฃู‡ู… ุฃู…ูˆุฑูƒู… ุนู†ุฏูŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูู…ู† ุญูุธู‡ุง ุญูุธ ุฏูŠู†ู‡ ุŒ ูˆู…ู† ุถูŠู‘ูŽุนู‡ุง ูู‡ูˆ ู„ู…ุง ุณูˆุงู‡ุง ุฃุถูŠูŽุน ุŒ ูˆู„ุง ุญุธู‘ูŽ ููŠ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ู„ู…ู† ุชุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ

"Sungguh urusan terpenting yang ada pada kalian bagi saya adalah sholat. Barang siapa yang menjaga shalatnya, maka dia telah menjaga agamanya. Sesiapa yang menyepelekan sholat, maka untuk urusan lain ia akan lebih sepelekan lagi. Tak ada bagian dari Islam, untuk orang-orang yang meninggalkan salat. โ€ [Al Mudawwanah 1/156]

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan: "Siapa saja yang meremehkan urusan salat, ia akan didapati menyepelekan Islamnya. Sungguh, kualitas Islam seseorang berbanding lurus dengan kualitas salatnya. Dan loyalitasnya terhadap Islam, sesuai kadar loyalnya terhadap salat." (Taโ€™dhzimu Qodri As Sholah hal. 22)

3. Allah Mensyariatkan Sholat kepada Rasul-Nya Tanpa Perantara.

Berbeda dengan ibadah lainnya seperti zakat, puasa, jihad, Allah mesyariatkan kebanyakkan ibadah melalui perantara Malaikat Jibril, kemudian Jibril menyampaikannya kepada Rasulullah. Adapun sholat tidak demikian. Allah langsung memanggil Rasul-Nya ke atas langit ketujuh, ke Sidratul Muntaha, dalam peristiwa yang kita kenal dengan Isra Miraj. Di malam yang paling mulia, yaitu malam Lailatul Qadar. Ini menunjukkan betapa penting dan istimewanya sholat.

4. Amalan Pertama yang Dihisab di Hari Kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahuโ€™anhu, bahwa Nabi Muhammad ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ู…ูŽุง ูŠูุญูŽุงุณูŽุจู ุจูู‡ู ุงู„ุนูŽุจู’ุฏู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ู ููŽุฅูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽุชู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุฌูŽุญูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฎูŽุงุจูŽ ูˆูŽุฎูŽุณูŽุฑูŽ ููŽุฅูู†ู ุงู†ู’ุชูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุฑููŠู’ุถูŽุชูู‡ู ุดูŽูŠู’ุกูŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุจู‘ู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰: ุงู†ูŽุธูŽุฑููˆู’ุง ู‡ูŽู„ู’ ู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ู…ูู†ู’ ุชูŽุทูŽูˆู‘ูุนู ุŸ ููŽูŠููƒู’ู…ูŽู„ู ุจูู‡ูŽุง ู…ูŽุง ุงู†ู’ุชูŽู‚ูŽุตูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ููŽุฑููŠู’ุถูŽุฉู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ู ุณูŽุงุฆูุฑู ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐูŽู„ููƒูŽ โ€ . ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู: โ€ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ู…ูุซู’ู„ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุชูุคู’ุฎูŽุฐู ุงู„ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุญูŽุณูŽุจูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ โ€

"Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada Hari Kiamat adalah sholat. Apabila sholatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari sholat wajibnya, Allah Tabaroka wa Taala mengatakan: "Lihatlah, apakah pada hamba tersebut memiliki amalan sholat sunnah?" Maka salat sunnah tersebut akan menyempurnakan salat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.โ€

Dalam riwayat lain disebutkan: "Kemudian zakat akan (diperhitungkan) seperti itu. Kemudian amalan lainnya akan dihisab seperti itu pula." [HR. Abu Daud, Ahmad, al Hakim, dan Baihaqi. Al Hakim menilai sanad hadis ini Sahih. Dan disepakati oleh Adz Dzahabi]

Baca Juga : Isra Miraj, Jin Ifrit Nekat Sempat Mengincar Nabi Muhammad SAW

ย 5. Wasiat Nabi Sesaat Sebelum Beliau Wafat.

Dari Ummu Salamah radhiyallahu'anha, beliau mengatakan:

ูƒุงู† ู…ู† ุขุฎุฑ ูˆุตูŠุฉ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… -:โ€ุงู„ุตู„ุงุฉ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆู…ุง ู…ู„ูƒุช ุฃูŠู…ุงู†ูƒู….

"Di antara akhir dari wasiat Nabi adalah: "Jagalah sholatโ€ฆ Jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah (budak-budak) di antara kalian." (HR. Ahmad)

6. Bagian Islam yang Terakhir Dicabut dari Muka Bumi.

Dari Zaid bin Tsabit, Nabi ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… bersabda:

ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ููŽุนู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุงู„ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุฉู ูˆูŽ ุขุฎูุฑู ู…ูŽุง ูŠูŽุจู’ู‚ูŽู‰ ู…ูู†ู’ ุฏููŠู’ู†ูู‡ูู…ู’ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู

ย "Yang pertama kali diangkat dari diri manusia adalah amanat, dan yang terakhir tersisa adalah sholat." (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

7. Sholat Sebagai Ciri Awal Amalan Orang-orang yang Beruntung.

Berikut firman Allah dalam Al-Qur'an:

ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽูู’ู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ * ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ูููŠ ุตูŽู„ุงุชูู‡ูู…ู’ ุฎูŽุงุดูุนููˆู†ูŽ * ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽุบู’ูˆู ู…ูุนู’ุฑูุถููˆู†ูŽ * ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉู ููŽุงุนูู„ููˆู†ูŽ * ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ูููุฑููˆุฌูู‡ูู…ู’ ุญูŽุงููุธููˆู†ูŽ * ุฅูู„ุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ูู…ู’ ุฃูˆู’ ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽูƒูŽุชู’ ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูู‡ูู…ู’ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู„ููˆู…ููŠู†ูŽ * ููŽู…ูŽู†ู ุงุจู’ุชูŽุบูŽู‰ ูˆูŽุฑูŽุงุก ุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽุฃููˆู’ู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงุฏููˆู†ูŽ * ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ู„ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุนูŽู‡ู’ุฏูู‡ูู…ู’ ุฑูŽุงุนููˆู†ูŽ * ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุตูŽู„ูŽูˆูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ูŠูุญูŽุงููุธููˆู†ูŽ

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman itu. Yaitu orang-orang yang khusyuk salatnya. Menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Menunaikan zakat. Menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka, atau budak yang mereka miliki. Sesungguhnya barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang menjaga amanat-amanat dan janjinya. Dan orang-orang yang menjaga sholatnya." (QS. Al Mukminun: 1-9)

Baca Juga : Isra Miraj 2021, Yuk Baca Surat Al Isra' Beserta Terjemahannya

8. Allah Menyebut Sholat Sebagai Iman.

Hal ini diterangkan Allah dalam Al-Qur'an:

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠูุถููŠุนูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ูŽุฑูŽุคููˆููŒ ุฑู‘ูŽุญููŠู…ูŒ

"Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 143)

Para ulama tafsir menerangkan, makna kata "Iman" pada ayat ini adalah salat. Yakni sholat yang dikerjakan sebelum terjadinya pemindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Kakbah. Sebagaimana disebutkan hadis riwayat Tirmidzi, dari Ibnu Abbas radhiyallahuโ€™anhuma, beliau mengatakan:

ูŽ ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูˆูุฌู‘ูู‡ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุนู’ุจูŽุฉู ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุจูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูŽุงุชููˆุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูุตูŽู„ู‘ููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณู ููŽุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ { ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠูุถููŠุนูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…ู’ } ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูŽ

"Saat Nabi mengalihkan Kiblat ke arah Kakbah, para sahabat bertanya: Bagaimana dengan saudara-saudara kami yang telah meninggal ya Rasulullah, sementara mereka sholat menghadap Baitul Maqdis?" Maka turunlah ayat:

ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ููŠูุถููŠุนูŽ ุฅููŠู…ูŽุงู†ูŽูƒูู…

"Dan Allah tidaklah menyia-nyiakan Imanmu." [HR Tirmidzi No. 2890. Beliau berkata: Hadis ini Hasan Sahih]

Imam Qurtubi rahimahullah berkata: "Pada ayat ini salat disebut dengan Iman. Karena ibadah ini mencakup niat (ibadah hati), ibadah lisan, dan ibadah anggota badan." (Lihat: Tafsir Al Qurtubi 2/440)

9. Allah Mewajibkan Sholat dalam Setiap Keadaan.

Tidak gugur, meski saat keadaan genting sekalipun, seperti saat perang, sakit, perjalanan jauh, dan lain sebagainya. Meski ada keringanan dalam hal syarat dan jumlah rakaatnya, namun tidak menggugurkan kewajiban salat secara keseluruhan.

10. Awalnya Diwajibkan Sebanyak 50 Kali Dalam Sehari.

Ini bukti bahwa Allah amat mencintai ibadah ini. Namun kemudian Allah memberi keringanan sehingga menjadi lima kali dalam sehari semalam. Lima kali sholat, namun pahalanya sama dengan 50 kali pahala sholat. Ini menunjukkan agungnya kedudukan ibadah ini. (Lihat dalam Sahih Bukhari hadis nomor 7517 dan Muslim nomor 162. Dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahuโ€™anhu)

11. Sholat Tetap Diperintahkan Bagi yang Lupa Atau Tertidur.

Rasulullah tetap memerintahkan kepada orang-orang yang lupa atau tertidur saat waktu shalat, untuk mengqadanya saat ia ingat. Nabi bersabda:

ย ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุงู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ู†ูŽุณููŠูŽู‡ูŽุง ููŽู„ู’ูŠูุตูŽู„ู‘ูู‡ูŽุง ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู‡ูŽุง ู„ุงูŽ ูƒูŽููŽุงุฑูŽุฉูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ

ย "Barang siapa yang meninggalkan sholat karena tertidur atau lupa, maka hendaknya ia melakukan sholat setelah ingat. Dan tidak ada kafarat (pengganti) selain itu." (HR. Al-Bukhari Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: "Barang siapa yang kelupaan salat atau tertidur sehingga terlewat waktu salat, maka penebusnya adalah dia segera salat ketika ia ingat." (HR. Muslim)

Masuk dalam hal ini adalah orang yang pingsan. Para ulama menjelaskan, bila pingsannya tidak lebih dari tiga hari, maka wajib baginya untuk mengqada sholat yang terluputkan selama tiga hari ia koma tersebut. Sebagai penjelasan ini diriwayatkan dari sahabat โ€˜Amar, Imron bin Hushoin, dan Samuroh bin Jundub -radhiyallahu โ€˜anhum. Adapun bila seorang koma lebih dari tiga hari, maka hukumnya disamakan dengan orang yang gila. Jadi tidak ada kewajiban mengqada salat setalah ia sadarkan diri. (Lihat: Al Mughni 2/50-52. Dan Asy-Syarhul Kabir karya Ibnu Qudamah 3/8)

12. Allah Mengkhususkan Penyebutan Sholat dalam Al-Qur'an.

Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:

ูˆูŽุฃูŽูˆู’ุญูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ููุนู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽุฅูู‚ูŽุงู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู

"Dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat." (QS. Al Anbiyaโ€™: 73)

Padahal sholat sudah termasuk dalam amalan kebajikan. Namun Allah khususkan penyebutannya untuk diketahui, bahwa ibadah ini adalah ibadah yang sangat penting. Dan seperti ini banyak ditemui dalam Al-Qur'an. (Rusman H Siregar)

Referensi:

1. Al-Mudawwanah, karya Imam Malik. Cetakan ke 1 th 1415. Terbitan: Dar Kutub Ilmiyah.

2. Tafsir Al-Qurtubi (Al Jamiโ€™ Li Ahkaamil Qurโ€™an). Tahqiq: Dr. Abdullah bin Abdulmuhsin At Turki. Cetakan: Mu-assasah Ar Risalah.

3. Fiqhul Ibadah, Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Ustaimin rahimahullah. Cetakan th 1425. Terbitan: Madar al Wathon Lin Nasyr.

4. Ta'dhzimu Qodri As Sholah, Syaikh Abdurrazaq bin Abdulmuhsin Al Badr. Cetakan pertama, Terbitan: Al Humaishi, Riyadh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini